Senin, 20 Januari 2014

Secercah Senyuman untuk Ibu Pertiwi

Sekelumit buah kecemerlangan mewarnai bumi pertiwi
Menghiasi tanah yang menghijau dan laut yang membiru.

Lalu kulihat sawah.
Kumbang-kumbang terbang menyebrangi ilalang.
Meniupkan kasih saying khas ibu pertiwi.
Lalu kulihat lautan.
Ikan-ikan bersenandung ria menembus samudra.
Menghamparkan keberanian khas sang merah putih.

Dan inilah negriku.
Dimana batangpun hidup mewangi bila berpeluk tanah negriku.
Inilah negriku.
Dimana kesopanan dan kesantunan menghiasi pergaulan anak-anak bangsa.

Namun, terenyuh hatiku  begitu terlihat wajah negriku kini.
Anak-anak bangsa mulai membuat ibu pertiwi menangis.
Ibu pertiwi bersusah hatinya dan termenung dalam kursi reotnya.
Ibu pertiwi menjatuhkan air matanya melihat merontanya negri ini.

Dimana cinta kasih terenggut hilang.
Dimana rasa hormat hancur tak berdaya.
Dimana senyum kesesama hal langka yang sulit ditemui.
Dan ibu pertiwi semakin tersedu-sedu tenggelam dalam kesedihannya.

Dalam gelapnya dunia, ibu pertiwi dihibur dengan sekumpulan pemuda.
Kumpulan pemuda yang peduli negrinya.
Sekumpulan pemuda yang rindu akan perjuangan para pahlawan.
Sekumpulan pemuda yangmembangkitkan Indonesia yang asli.

Bukan Indonesia yang suka menipu.
Bukan Indonesia yang tamak dan bukan pula yang egois.
Namun, Indonesia yang menebarkan senyum kesesamanya.
Yang menyemangati dalam keindahan persatuan.
Indonesia yang menebarkan cinta kasih hingga pelosok bumi.

Dan itulah pribadi bangsaku,.
Pribadi yang ingin dibangkitkan sekumpulan pemuda itu.
Sebuah visi yang membuat ibu pertiwi tersenyum kembali.
Sehingga asa dan harap lahir dan siap memperbaiki bangsa ini.

Lalu, apakah engkau pemuda itu?
Apakah engkau yang peduli itu?
Apakah engkau yang tersenyum dengan cinta kasih dan semangat itu?
Bila tidak, apakah kau tidak ingin sepertinya?
Pemuda yang membuat ibu pertiwi tersenyuman.

Marilah bergerak wahai pemuda, marilah melangkah wahai pemudi.
Jadikan setiap langkah kakimu menginspirasi pemuda lainnya.
Karena bangsa mu tanpa engkau hanyalah negri yang siap dihancurkan.
Bangsa mu tanpa pemuda bagai kursi rapuh yang siap dirobohkan.

Maka bantulah bangsamu dan bangunlah ia.
Rasakan semangat pahlawan dan bangkitlah menjadi pahlawan.
Janganlah kau menjadi lawan yang mengganjal langkah para pahlawan.
Janganlah kamu menjadi lawan yang egois dan apatis akan negrinya.
Tapi jadilah pahlawan, yang senantiasa berkarya.

Berkarya untuk Indonesia sejahtera.
Azmul Pawzi

Ketika Aktivis Dakwah Hanya Sekedar Nama

Ketika aktivis dakwah hanya sekedar gelar
Berbangga kesana-kesini mengaku punggawa yang menggelegar
Padahal diri enggan tersentuh tarbiyah yang mengakar
Bicara ideologi tanpa ilmu yang mendasar

Ketika aktivis dakwah hanya sekedar topeng
Berpaham ini itu dengan gaya mentereng
Nafsirin ayat demi ayat dengan cara enteng
Sentil sana, sentil seni kayak main kelereng

Ketika aktivis dakwah hanya sekedar
nama
Tak sadar diri sedang berdiri dimana
padahal komentarnya sudah beredar kemana-mana
Entah dakwah berada disampingnya atau berada diseberangnya


Untuk renungan aku, kamu dan kita semua

Rintihan Dunia

matahari bangun dan menyinari dunia.
menerangi dunia yang termenung sedih.
rintihan-rintihan kecil menggema.
mencari warna akan sinar yang berwarna kelam.

kulihat dunia menangis.
merenungkan setiap detik-detik menegangkan
detik ketika izroil menghampiri.
menghampiri keluarga-keluarga tercinta.
menghampiri sahabat-sahabat tersayang.

lalu ku bertanya pada diri.
apakah sudah siap diri ini?
apakah diri sudah bersih?
atau malah berlumuran lumpur kehinaan.

sadarlah wahai diri, sadarlah wahai manusia.
kabar kematian itu selalu mengintai.
menunggu saat dedaunan gugur dari pohonnya.

-Azmul-

Bungkuslah dengan Cinta


bersayup-sayupan kata menemani jalan hidupmu
kata-kata menyejukkan maupun menyakitimu
terkadang duri kehidupan begitu perih engkau rasakan
menyisakan goresan luka dalam hatimu

dalam renungan terhempaslah asa dipinggiran jalanmu
dalam sesalan terbuanglah cita terkotori debu jalanan
engkaupun menangis menanyakan dimanakah pengganti derita
tanpa cinta kau tenggelam dalam air mata menahan perihnya kesakitan

ya benar..... tanpa cinta

mulailah engkau ajak cinta menemani hidupmu
ajaklah dia bersamamu untuk menghadapai derita
bungkuslah deritamu dengan cinta.
nikmatilah derita mu, jangan kau maki kesakitanmu.

rangkullah derita mu, peluklah ia dengan cinta.
hingga derita bosan menemani dirimu.
sehingga hanya ada cinta yang menemani mu.
cinta kepada Sang Maha Cinta


Mencari Makna Dibatas Gulita

Hembusan angin malam menyentuh diri.
bersarang kabut dihadapan mata.
dedaunan merenung dibawah sang rembulan.
mencari makna dibatas gulita.

terlihat anak kecil disebrang sana.
terisak tangis diteras pertokoan.
hati pun bertanya-tanya tanpa jawaban.
menerka-nerka warna rasa gadis kecil tersebut.

ku hampiri ia, ku tanya dirinya?
terisak-isak iya menatap ku.
"aa...aaa..aku takut, aa..aaku sendirian" ucapnya.
wajahnya yang memerah tetap dialiri air kesedihannya.

ku usap air matanya, ku yakinkan iya.
"kamu ngga sendiri ko, Allah masih menemani kamu"
"dimana ku bisa kutemukan Allah?"
tanyanya penuh semangat mencari asa.

"disini" ku tunjuk dadanya dengan senyum merekah diwajahku.
"disini?" jawabnya dengan wajah penuh tanya.
"Allah berada didalam dada hamba-Nya yg beriman".
"Bahkan Allah lebih dekat dari apapun" yakin ku kepadanya.

Simpul senyumnya mewarnai wajah basahnya.
ia bagai mendapat harapan baru yang telah hilang.
kesedihan dirinya telah tergantikan bahagia dirinya.
pucat pasi berganti warna yg menentramkan jiwa.

"makasih ka" ucapya lirih tulus penuh asa
"Pulang lagi ya, salam sama orang tua" jawab ku.
dengan senyum tertempel diwajah iya meninggalkanku denga riang gembira.
tanpa tersadar wajah ini ikut tersenyum.

begitu indah siang dan malam dengan cahaya-Nya.
karena Allah enggan meninggalkan hamba yg berharap kpd-Nya.
karena Allah pantang lupa memberi kasih sayang hamba yg beriman.
karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang.

-Azmul Pawzi-

Syair Dalam Renungan


alunan nafas putih pecah merintih
diri pun terwarnai butiran pasir
lautan biru bergetar menghantui angan

lalu dunia pun bertanya kepada hati
ada apa dengan pelangi?
kekosongan asa mencampuri wewangi madu

lalu tumbuhlah setangkai bunga
menghancurkan bungkusan kesunyian
langitpun mengelabu biru dalam keheningan

dalam keselarasan alam, awan tersenyum penuh ekspresi
sang angin tak kalah menari di ikuti desiran ombak
harmonisasi rasa tanpa rasa yang tak dimengerti

lalu apakah ada cahaya dalam kegelapan
atau hujan dalam keadaan terik mentari
pantaskah hasrat berlari mengejar hijaunya dunia

sementara parit semakin memperdalam diri
sungguh licin dan halus merah api itu
menghapuskankan diri dari kilapan yang berkilau indah

lalu apakah yang diri ini pilih.
senyum bahagia atau rintihan siksaan?

Azmul, 7 April 2013

Rabu, 08 Januari 2014

Museum Bahari bersama Rumbel Kita dan FIM Dejapu



                Ini adalah acara FIM dejapu, “Rumbel kita goes to Museum Bahari” nama kegiatannya. Acara ini dilaksanakan sebelum bulan ramadhan. Saya yang dari FIM sumbar ikut nimbrung membantu panitia dalam acara ini. Rapat yang diadakan malam-malam setelah kegiatan rutin rumbel ini membagi-bagi PJ setiap acaranya. Saya karena paginya ada kegiatan di Remaja Masjid jadi izin agak telat datang ke lokasi. Maklum karena balik ke jakarta itu bantu-bantu organisasi saya sewaktu SMA dulu dan bertambah dengan kegiatan FIM.
                Sebenarnya saya tidak mengikuti secara full acara tersebut. Namun acara penutupan ada yang masih teringat oleh saya. Yaitu Rumbel Generation, apasih rumbel generation itu? Rumbel Generation ini adalah girlband yang menyaingin girl generation (SNSD) dari korea. Dan tarian mereka yang mencover tarian lagu Gee dari SNSD ini sangat lucu. Kami semua terhibur dengan tarian mereka.
                Pada dasarnya saya Cuma ikut-ikutan saja pada acara ini. Saya kebanyakan ngobrol kenal-kenalan aja, seperti sama rizka, ka harumi dan lain-lain. Dan juga berkenalan dengan teman ka harumi yaitu youwen. Mahasiswi Unsri yang lagingurus visa ke amerika karena ada suatu konfrensi. Sehingga acara ini juga memperdekat saya dengan teman-teman di FIM Dejapu yang luar biasa. Saya hanya membantu sedikit-sedikit saja, dan menemani pulang kembali kedepok, untuk menonton GeJe (Gelar Jepang) UI. Acara yang sudah lama tidak saya datangi. Sekaligus nostalgia : D
                Nah mungkin ini saja yang saya tulis tentang acara ke museum bahari. Walaupun kota tua cukup dekat dari rumah saya, namun saya pertama kali ke museum bahari ini. ketahuan sekali ya kalau saya jarang jalan-jalan. Hehe. Oke deh sekian.

                

Bersama Rumbel Kita FIM Dejapu



Nah, ini adalah cerita saya saat liburan semester 2, Saya yang baru bergabung dengan keluarga kunang-kunang atau Forum Indonesia Muda ini menambah jaringan saya. Sehingga saat saya pulang ‘kota’ ke Jakarta saya mendapat kekegiatan baru menuju rumbel Kita fim dejapu (Jakarta) untuk mengetahui apa sih kegiatan teman-teman disana.
Jarak rumbel  kita dari rumah saya cukup jauh, Karena rumah saya yang di meruya dan dekat perbatasan dengan tangerang Banten, Lalu rumel itu di daerah depok jalan menuju bogor (lupa nama daerahnya). Jadi harus menghabiskan waktu 3 jam naik motor. Sebenernya sih ngga jauh kalo kita lihat dipeta, namun karena jalan dijakarta yang ribet dan kemacetannya, ya maklumlah ^_^.
Sesampai saya dirumbel langsung berkenalan dengan kakak-kakak FIM dan berkenalan dengan adik-adik yang luar biasa bersemangat mengikuti kegiatan dengan kakak-kakak FIM dejapu. Hari pertama saya disitu mengajarkan bacaan iqra dan berdiskusi serta berkenalan agar lebih dekat. Hari berikutnya ketika ada berbuka puasa bersama, saya juga mendapat kesempatan berdiskusi kembali dengan adik-adik itu. Saya mendapatkan kelompok kelas 1 hingga 3 SD.
Sebuah pengalaman yang luar biasa berdiskusi dengan adik-adik itu. Karena dalam suasana puasa, kami berdiskusi tentang muslim yang baik. Ternyata adik-adik yang cerdas itu ketika kita berikan point-point tentang muslim yang baik sangat antusias mereka dalam memberi contoh. Misalnya seperti ini, saya berkata “muslim yang baik itu harus jujur, ayo siapa yang mau kasih contohjujur”. Lalu ada yang mengatakan “iya ka, iya ka, aku kemarin mau dicontekin, tapi aku gamau”. “Wah luar biasa” saut ke berserta tepuk tangan yang lain. Lalu ada yang menyahut lagi “aku juga ga nyontek ko kaka”, senyumku pun mereka untuk anak-anak ini. Mereka bangga tidak menyontek, mereka bangga bahwa mereka jujur. Sifat seperti ini harus ditanakan keanak-anak dan diberi penghargaan kepada mereka yang jujur.
Lalu banyak lagi ketika bicara seorang muslim jangan nakal, mereka banyak menceritakan ada teman mereka di kelas yang suka maintain uang, lalu ada teman mereka yang suka mengancam dan banyak lagi. Ternyata berdiskusi dengan anak-anak kecil ini sangatlah mengesankan, keterbukaan mereka sangatlah indah kita hayati . Tiada dusta,dan penuh keingintahuan dalam sesi ini jugalah sangat potensial kita menanamkan nilai-nilai karakter yang mendalam sehingga tertanam menjadi idealism mereka kedepannya.
Itulah cerita  diskusi saya dengan adik-adik, namun ada satu hal yang berkesan. Ketika waktu menunjukkan bahwa sedikit lagi akan adzam maghrib. Saya akan mengambil ta’jilan ditempat yang telah dipesan. Ketika saya izin pergi, adik-adik tu menarik tangan saya dengan berkata “jangan pergi ka, jangan pergi”. Kayak lagu d’masiv aja ya. Hehe.

Namun hal berdiskusi dengan ini sangat luar biasa, dan akan dilanjutkan di rumbel FIM sumbar. Cayoo… ^_^

Aku, Pak Boediono dan Neolib

Hari itu tanggal 8 Juni 2013, Saya bersama-sama teman mahasiswa penerima bidik misi mendatangi acara bersama boediono di SMAN 1 Padang. Saya sampai di SMAN 1 jam 8 pagi. Sangat ketat penjagaan pada saat itu. Polisi dan paspampres berada dimana-mana sekitar gedung SMAN 1. Ketika kami masik seluruh hal diperiksa bahkan kami pun dilarang membawa tas. Begitu takutnya penjabat satu ini di tembak atau hal lainnya.
Saya pun tiba di pintu ruangan. Lagi dan lagi pemeriksaan secara ketat di lakukan. Saya pun tidak boleh masuk karena menggunakan celana katun, bukan celana dasar. Penjaga itu mengatakan “harus Formal de”. Lalu saya balas “bapak, formalnya mahasiswa ya kaya gini pak”.  Dengan beberapa teknik lobby akhirnya saya dapat masuk.
Waktu pun berlalu detik demi detik. Para penjabat itu tiba sangat lama. Dengan bincang-bincang dengan kawan di sebelah kanan dan kiri. Banyak hal yang dibicarakan. Setelah sekian lama kami menunggu akhirnya tiba juga. Rombongan pak wapres tiba. Ternyata tidak hanya pak wapres yang terlihat disana. Terlihat juga yaitu pak mendagri yaitu pak Gamawan Fauzi, lalu pak menpora yaitu pak Roy Suryo, pak Musliar Kasim sebagai wamen mendikbud. Pak Irwan Prayitno dan Fauzi Bahar juga ikut meramaikan rombongan pak wapres.
Acara di buka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Pak gubernur memberi sambutan dan ucapan selamat datang. Lalu pak boediono pun bicara. Beliau menyampaikan tentang pendidikan dan karakter. Pak Boedi memberi semangat kepada siswa dan mahasiswa serta pendidik yang ada dalam ruangan tersebut. Setelah begitu banyak hal yg disampaikan wapres ia pun menyelesaikan kata-katanya.
Sesi diskusi dimulai, saya menunjuk tangan dan akhirnya Pak Irwan memilih saya untuk menjadi penanya pertama. Saya maju kedepan dan mulai betanya. Saya mengatakan bahwa pak Boediono juga seorang ekonom. Lalu saya menanyakan apa pandangan beliau tentang Neoliberal dan tentang birokrat yang menjual aset Negara.
                Pak boediono mulai menjawab, iya mengawali kata-katanya dengan berkata “Azmul ya?” “Anda fakultas ekonomi ya” “Anda bagus sebagai mahasiswa fakultas ekonomi di universitas yang luar biasa yang setara dengan kampus-kampus di jawa.” “anda bagus sudah mempelajari madzab-madzab seperti neoliberal. Tapi ada jangan tenggelam dengan hal abstrak seperti itu.” Lalu beliau melanjutkan dengan membela neolib hingga audiens sedikit menyukai neoliberal.
                Dia mengucapkan apa salahnya kita bekerja sama dengan asing. Dan banyak hal lagi yang beliau sampaikan tentang positifnya bekerja sama dengan asing. Saya juga setuju kalo bekerja sama dengan asing tapi bapak asing tidak hanya bekerja sama namun juga memimpin dan memerintah kita. Padahal itu adalah aset kita. Kita bagaikan tamu di rumah sendiri. Dan pembagian keuntungannya juga ga adil. Contohnya di Freeport saja Indonesia cuma dapat tidak lebih dari 3%. Mau di bawa kemana bangsa ini kalau pejabatnya aja kayak gitu.
                Setelah  pertemuan ini saya menyimpulkan dalam waktu dekat ini, khususnya pada zaman SBY-Boedi Indonesia tidak akan mandiri. Lalu nasionalisasi sektor strategis negeri ini hanyalah fatamorgana di gurun nan panas. Hal ini karena penjabat-penjabat tingginya hanyala penganut neolibralisme yang akut. Jadi warga Indonesia, mari pilih pemimpin yang nasionalisasikan SDA Indonesia.
                Oh iya. Pertemuan ini juga diliput oleh berbagai website seperti Republika.com, Antara.com dan lain-lain. Dapat dilihat di alamat berikut.
http://www.shnews.co/detile-20564-wapres-tak-ada-aset-yang-dijual-ke-asing.html


Senin, 09 Desember 2013

Forum Indonesia Muda 14B

               Wonderful Experience. Mungkin itulah kata yang terucap bila bercerita pengalaman mengikuti pelatihan tingkat nasional yang di ikuti pemuda luar biasa dari seluruh penjuru bumi pertiwi ini. Forum Indonesia Muda.
                Saya yang menginginkan mengikuti pelatihan tingkat nasional mencoba mendaftar Pelatihan FIM angkatan 14. Setelah saya mendaftar, saya tetap optimis lolos, namun ketika diakhir pendaftaran. Angka 4995 terpampang dalam website yang saya lihat. Lima ribu kurang lima pemuda se-Indonesia mendaftar untuk mengikuti pelatihan yang pada saat itu akan dilaksanakan di dua tempat yaitu Cibubur Jakarta dan Bukit Tinggi. Padahal yang diterima hanya 300-an untuk pelatihan di dua tempat itu. Saya-pun pasrah dengan melihat angka itu.
                Namun anugrah Allah membuat saya dapat mengikuti pelatihan tersebut di Bukit Tinggi pada tanggal 31 Mei 2013 sampai 4 Juni 2013. Di hari pertama, kami disambut dalam acara yang luar biasa seru. Ketika membuka pintu suara musik berdendang dengan kencang, teriakkan semangat yang menggelegar. Kami seakan-akan tamu yang istimewa dengan sambutan yang juga istimewa. Pada malam itu kami berkenalan dengan panitia FIM14 B dan fouder FIM yaitu Bunda Tatty dan Papa Elmir. Kedua pasangan suami istri yang begitu menginspirasi. Bagaimana tidak, ketika saya melihat mereka, jiwa pemuda terpancar begitu terang benderang diwajah mereka. Padahal umur mereka sudah tidak muda lagi yaitu 50-an. Namun pancaran pemuda tetap terasa bila melihat mereka.
Group Coaching Agus Salim
                Perkenalan berlanjut, baru saja saya duduk diruangan ini menyimak beberapa saat. Suasana kekeluargaan begitu merasuk dalam hati ketika kita menapaki setiap interaksi-interaksi di forum ini. Keluarga Kunang-Kunang, itulah sebutan kami dalam menyebut kekeluargaan di Forum Indonesia Muda. Pada malam itu juga bunda tatty mengisi materi tentang realita pemuda Indonesia saat ini. Dilanjutkan dengan diskusi-diskusi banyak hal. Acara malam itu-pun selesai, kami dipersilahkan istirahat setelah dikelompokkan dengan kelompok coaching.
                Hari esoknya acara dilanjutkan di gedung istana Bung Hatta. Materi-materi yang luar biasa kembali saya dengarkan dari orang-orang luar biasa pula. Bapak Tifatul Sembiring (menkominfo), Bu Meutya Hatta, Karni Illyas, Taufik Ismail dan pemateri luar biasa lainnya.
                Hari-hari berikutnya materi berada di IPDN baso. Lagi dan lagi kami disuguhkan dengan pemateri yang menginspirasi. Bapak Erie Sudewo menyampaikan tentang character building. Sebuah pemikiran yang mengagumkan dalam membangun dasar-dasar karakter bangsa. Lalu sosok yang sangat menginpirasi lainnya yaitu  bapak Arif Rahman, beliau adalah tokoh pendidikan yang saya kagumi. Bagaimana tidak, ketika dia mengisi materi di ruangan auditorium yang sangat besar dengan peserta seratusan orang. Beliau bicara tanpa microphone, padahal usia beliau telah menginjak 71 tahun. It’s Great. Yudi Latief penulis buku negara paripurna-pun juga mengisi materi bersama pemateri-pemateri luar biasa lainnya.
                Pada tanggal tiga hasil dari group coaching di presentasikan. Setelah panjang lebar berdiskusi dengan berbagai ide yang telah keluar. Kelompok saya dan kawan-kawan, yaitu kelompok agus salim memiliki ide “Pustaka Ransel”. Setelah presentasi dari setiap kelompok. Program “Roksi (Rumah Oksigen)”-lah yang memenangkan proyek.
Tari Indang Api Ekspresi
                Pada hari yang sama, yaitu tanggal 3 juni 2013 acara yang menurut FIM angkatan diatas yang paling dinanti-pun berjalan. Apakah itu? Yak benar Api Akspresi. Penampilan-penampilan setiap kelompok sangatlah hebat. Mulai dari teater-teater, pembacaan puisi dan banyak lagi dipadukan dalam sebuah karya seni terpadu. Kamipun terkadang terkagum dengan ide-ide yang sangat kreativ. Dalam api ekspresi ini satu hal yang paling unik. Mereka yang mengingatkan waktu, dengan cara unik. Menjadikan kami tertawa riang dengan tingkah panitia ini.
                Api ekspresi pada malam itu diakhiri dengan penampilan dari panitia. Sebuah Teater Musical yang menggambarkan tentang sosok tokoh nasional yang bersahaja dan moderat. Yaitu Bung Hatta, Sebuah cerita yang apik menggambarkan hamparan indah bumi pertiwi, ditambah unsur-unsur kreativ yang menambah mewahnya penampilan panitia ini. Tari indang-pun tak luput dari rangkaian penampilan panitia. Sehingga karya hebat dari panitia ini tetap terngiang dalam pikiran bila kita membicarakan api ekspresi. Lalu pada malam itulah acara pelatihan FIM ditutup secara formal. Esoknya acara jalan-jalan.
                Panorama, itulah tujuan panitia dalam kegiatan terakhir dalam rangkaian acara Forum Indonesia Muda 14B. Saya yang pertama kali ke Bukittinggi melihat lobang jepang dan keindahan panorama membuat saya senang. Walaupun pelatihannya di Sumbar, saya yang lahir sampai besar di Jakarta mana tahu seluk beluk kota Bukittinggi. Ternyata dengan acara FIM inilah saya juga melihat lobang jepang,  Jam gadang dan lain sebagainya.
                Di Forum Indonesia Muda ini yang istimewa yaitu bertemu pemuda-pemuda yang berjuang untuk negeri. Mencari makna-makna kehidupan untuk menginspirasi sekitar. Saya beruntung bertemu dan bergabung dengan keluarga kunang-kunang. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan telah
mengikuti pelatihan dengan pemateri, panitia dan peserta yang luar biasa.


Pemuda Indonesia… Aku Untuk Bangsaku!

Training of Trainer Kemenpora

                Kesempatan luar biasa yang dapat saya miliki, saya mengikuti pelatihan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga yaitu Training of Trainer.  Pelatihan ini dilaksanakan di Hotel Axana kota Padang. Pertama-tama seorang senior menawarkan saya untuk direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan ini. Saya ditawari untuk menjadi salah satu utusan dari Puskomda FSLDKD, hal ini karena saya juga bergabung dalam tim BP FSLDK Unand.
                Awal penawaran saya ragu karena ini berbentrokkan dengan jadwal ujian satu mata kuliah. Menurut yang mengajak saya kita bila ingin mengikuti acara ini harus ditempat terus. Namun pada akhirnya saya di Izinkan untuk mengikuti ujian.
                Materi yang luar biasa yang disampaikan ditambah dengan pemateri nasional yang dahsyat. Trainer dari Trustco mengisi 2 materi. Ilmunya sangat bermanfaat untuk menjadi motivasi dan pelaksanaan public speaking untuk menjadi Trainer.
                Hal yang terpenting lagi dalam mengikuti acara ini adalah bertemu pemuda luar biasa se-sumatera barat. Mereka-mereka adalah peserta yang sring mengikuti program kemenpora seperti pertukaran pemuda keluar negeri, berlabuh berbagai pulau, sarjana pembangunan kampong dan lain sebagainya. Ikutnya saya dalam acara ini menambah jaringan yang saya miliki.
                Pada acara ini saya sekamar dengan dua orang mahasiswa UNP yaitu Feri dan Rival. Mereka utusan dari As-salam Sumbar, sebuah organisasi dakwah sekolah yang menaungi rohis-rohis se-sumbar. Untung saja saya sekamar dengan mereka, karena seumuran. Soalnya banyak juga peserta yang beda 5-7 tahun sama saya. Jadikan bisa lepas dan ga ada segan-seganan. J

                Itu mungkin pelatihan pertama di hotel yang saya rasakan. Sebuah pengalaman yang lumayan seru. Semoga dapat menikuti pelatihan-pelatihan lainnya dari Kemenpora. 

Koord. Dept. SDI Lembaga Kajian Ekonomi Islam FE Unand



                LKEI FE Unand adalah organisasi keislaman yang saya ikuti di kampus. Lembaga Dakwah Fakultas, mungkin ini yang lebih familiar di telinga mahasiswa se-Indonesia. Saya yang sangat sebentar sekali di Rohis SMAN 101 karena keburu lulus ingin menambah kontribusi kepada dakwah dengan mengikuti open recruitmen lembaga ini.  
Mubes LKEI FE Unand 2013
                O.R LKEI berisi dengan berbagai tahap. Mulai dari mengikuti TOL, Pesantren Wisata (Pesta), BBMK, dan IMT. Ketika TOL saya tidak datang, lalu ketika Pesta saya mengikutinya. Pesta ini diadakan selama 3 hari. Dua hari pertama materi dan satu hari outbound di Air Bangek. Materinya berisi dengan  Seru dan Luar biasa acara ini. berjalan saya menjadi peserta ikhwan terbaik. Entah kenapa pantia milih saya, cap cip cup aja kali. Hehe.
                Selanjutnya Islamic Management Training atau Latihan Manajemen Dakwah 1. Ini tahap akhir O.R, di tahap ini peserta O.R mengikuti tentang pelatihan tentang keorganisasian. Waktu demi waktu berlanjut saya-pun lulus dan menjadi anggota muda LKEI. Ketika Musyawarah besar LKEI, untuk pemilihan ketua umum LKEI yang baru, saya menjadi pimpinan siding satu dan pertama kali memimpin jalannya siding.
                Diakhir mubes, saya diamanahkan menjadi Koordinator Sumber Daya Insani (SDI) atau di organisasi lain namanya PSDM. Dapet amanah lagi menjadi Koordinator dalam bidang SDM. Awalnya kaget, tahun satu diamanahin yang berat gitu, namun kata senior di Rohis SMA, Ia berkata “Yang milih antum jadi coordinator itu bukan mereka, tapi Allah. Makanya jalankan amanah dari Allah ini. Mereka hanya menjadi perantara saja”. Sejak itu baru semangat membara dalam menjalankan amanah ini.
Ketika Pesta 2013
                Selanjutnya saya menjalankan amanah ini dengan segala rintangannya. Anggota yang itulah, bentrokkan itulah dan berbagai hal. Karena semua hal itu pasti ada tantangan. Tantangan itu akan menjadi pembelajaran untuk pendewasaan diri.

                

Koordiator PSDM AMA Unand

                Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa Assosiasi Mahasiswa Asrama Universitas Andalas. Itulah nama departemen yang saya pimpin di asrama. Departemen yang berisi orang-orang luar biasa, calon pemimpin masa depan. Pada awalnya departemen ini berisi 30 orang. Namun kita mengakhiri masa jabatan dengan 25 orang.
                Departemen yang bergabung dalam AMA unand ini memiliki pengurus, saya sebagai Koordinator, Joni (teman sekamar saya di asrama) sebagai sekretaris departemen, Ossy sebagai Bendahara, dan Fitriani sebagai Sie. Infokom. Teman sekamar saya lainnya Ali juga tergabung dalam departemen ini.
                Kami memiliki berbagai program kerja, pertama hari AIDS Nasional pada 1 desember 2012. Acara ini diketuai oleh Rasyid. Acara ini kurang maksimal karena guyuran hujan sangatlah kencang, sehingga acara kami berpindah-pindah dari satu asrama ke asrama lainnya.
                Setelah kami mejalankan proker pertama itu, lalu kami menjalankan upgrading dengan lari joging bersama-sama yang diakhiri dengan bermain di sungai. Hal itu cukup untuk menambah chemistry diantara kami anggota PSDM. Walau saat itu saya jatuh lemas dan pucat karena suatu hal. Hoho
Ketika Joging
Lalu kami juga menjalankan Softskil Kepenulisan dan Softskill Quantum Learning dalam waktu yang berbeda diantara keduanya. Softskill pertama luar biasa hari hujan juga mempengaruhi banyanya peserta asrama. Namun dengan perjuangan bersama bang micko menjemput dengan ambulance, pesrta kembali banyak. J. Softskill kedua dilaksanakan sebelum UTS semester genap. Dengan tema Quantum Learning. Acara ini Lancar walau saat itu panitia sangatlah sedikit.
Hari Terakhir PKIM Asrama
Nah, acara terakhir kita dan yang terbesar adalah Pekan Kreativitas & Intelektualitas Mahasiswa (PKIM) Asrama. Acara adalah perlombaan yang diikuti mahasiswa asrama. Mulai dari lomba debat, cerdas cermat, seni kriya, dan lomba mengetik dengan mesin tik tercepat.
Di acara ini kekompakkan PSDM AMA semakin terajut dengan kuat. Maka dari itu kekeluargaan setelah acara ini sangatlah terasa. Kami juga sering mengadakan kumpul-kumpul setelah masa jabatan, bakar-bakar dirumah ali dan sebaginya. Dan satu hal lagi saya merasa beruntung waktu itu kalah dalam pesta demokrasi asrama, dimana saya menjadi salah satu calonnya. Bila saja saya memenangkan pemira itu dan menjadi ketua AMA, mungkin kekeluargaan di Departemen PSDM AMA ini ngga dirasakan. Hehe.
Inilah Departemen PSDM AMA, sebuah kepingan kenangan yang dahsyat dan berisikan orang-orang luar biasa. Joni, Ossy, Fitri, Ali, Fikran, Fikri, Ebi, Aulia, Yayu, Aldi, Fajri, Odie, Orizo, Rahmi, Rasyid, Nila, Jaka, Mitra, Fuji, Hadit, Sari, Yozi, Zahri, Zaini. Semangat semuanya. PSDM! Bersatu, Cerdas, dan Optimis. Allahu Akbar J









Rabu, 04 Desember 2013

Young Leader College III


                Ini adalah organisasi pertama yang saya geluti di kampus. Saya menjabat sebagai Wakil Ketua di organisasi ini. YouLC adalah organisasi yang berisi pelatihan dibawah kementrian PSDM BEM KM Unand. Disini kami mendapat berbagai pelatihan mulai dari apa itu Negara Mahasiswa, menajemen organisasi, public speaking dan lain sebagainya.
                Saat pembukaan dan kelulusan saya tidak datang karena terbentur beberapa kegiatan yang tak bisa di lewatkan. Namun, tetaplah proses dalam YouLc 3 ini sangatlah luar biasa. Bersama teman-teman lainnya Okta, Ridho, Ihsan, Bobby, Bang Endo,  Ka Iffah, Aulia, Rifa, Ka Yoland, Ka Liza, Asni dan lainnya. Pokoknya dahsyat deh.
                Kami juga menjadi panitia Unand Award, waktu itu adalah banyak ageda. PSDM AMA yang saya pimpin juga sedang menjalankan program terbesarnya yaitu PKIM Asrama. Ditambah juga dengan kepanitiaan Unand Award. Membuat saya lompat sana dan lompat sini untuk menjalankan keduanya. Namun Alhamdulillah tetap terkendali.
                    Saya tidak tahu apa lagi yang ditulis, sepertinya untuk hal ini tidak perlu panjang lebar, karena banyak artikel yang bisa temen-temen baca diblog ini. ok?


HIDUP MAHASISWA!

Senin, 02 Desember 2013

My Campus, Andalas University



                Setelah mengeluti kehidupan SMA selama 3 tahun, akhirnya saya lulus. Lalu saya berjuang belajar otodidak tanpa bimbel untuk menakhlukkan soal-soal SNMPTN tertulis. Selama liburan menunggu ujian saya mulai serius belajar. Hanya saat liburan itu saja, berbeda dari teman-teman saya yang sudah mempersiapkan dari bulan januari dengan bimbel berjuta-juta bahkan hingga 10 juta. Keluarga saya yang keuangan terbatas memaksa saya untuk mandiri dalam belajar SNMPTN hanya ditemani bank soal tahun-tahun sebelumnya.
Pertama Kali Ke Unand
                Saat SNMPTN tertulis 2012 berlangsung, saya yang melakukan ujian di SMAN 28 Jakarta Timur mulai melahap soal dengan semampunya. Agak sulit soalnya, namun saya curahkan segal hal yang saya tahu dengan strategi menjawab soal yag saya perkirakan dengan hitungan sistematis agar lulus. Pilihan awal saya adala IPB dengan jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan dan kedua Universitas Andalas jurusan yang sama dengan pilihan satu yaitu Ekonomi Pembangunan. Lalu pilihan ketiga Ilmu Politik Unand. Sebenarnya sejak SMA saya sangat ingin masuk IPB, pulpen dan tas tentengan yang dibawa saat PM bergambar logo IPB. Maklum biasanya anak IPA ketika sudah dikit lagi UN banyak membawa buku tebal-tebal banyak kesekolah, jadi selain ada tas yang disandang dibelakang, ada pula tas yang ditenteng ditangan untuk meminimalisir beratnya tanggungan badan ini, hehe. ^_^
Pertama Kali Memakai Almamater Unand
                Teman-teman saya banyak sekali yang menanyakan kenapa segala pilihannya indentik dengan IPS padahal jurusan saya IPA saat SMA. Karena sejak SMP saya ingin sekali menjadi pakar Ekonomi, namun belum jelas seperti apa pakar ekonomi itu waktu saya SMP dulu itu. Namun saya yang suka matematika dan suka tantangan saat SMA lebih tertantang masuk IPA. Hal itu juga terdorong dari Nilai saya yang juga mencukupi sehingga saya tercantol dalam rangking 6 di kelas X4. Lalu kenapa saya memilih Unand menjadi pilihan kedua dan ketiga. Itu dari request ibunda tercinta yang menginginkan anaknya berkuliah di kampuang nan jauah dimato. J
Hari demi hari berlangsung dalam penantian menunggu hasil. Lalu akhirnya pengumuman itu tiba, saya bergegas menuju warnet untuk melihat hasil. Dann ternyata saya lulus di Ekonomi Pembangunan Unand. Alhamdulillah walaupun tak sesuai pilihan awal namun pasti Allah memiliki rencana luar biasa untuk saya di kampus baru saya ini. Lalu saya juga diberi kemudahan oleh Sang Maha Pemurah dengan beasiswa bidikmisi yang membiayai perkuliahan saya selama 4 tahun serta uang jajan 3,6 juta persemesternya. Begitu banyak rahmat dari-Nya. Tak henti diri ini berucap syukurnya.

Saya bergegas meninggalkan segala kegiatan di Jakarta menuju ranah minang yang menanti saya disana. Finally, inilah kampus saya. Universitas Andalas. Semoga saya mendapat segala hikmah-hikmah dan ilmu-ilmu yang dapat di amalkan untuk kepentingan agama dan uat. Aamiin J

RISMA (Remaja Masjid Al-Hasanah)

                Sejak saya menduduki bangku kelas 3 SMP saya memasuki organisasi ini. Berbagai kegiatan-pun saya ikuti organisasi ini. Seperti menjadi panitia Ramadhan mulai dari tahun 2009 hingga sekarang ini. Mulai dari 1430 hingga 1434 kemarin. Menjadi panitia idul adha dan pemotongan hewan qurban juga saya lakoni. Hingga tahun yang sama. Hanya saat 1433 saja, ketika saya ditunjuk jadi ketua pelaksana Ramaddan, panggilan untuk segera mendaftar ulang ke kampus baru di kota padang harus segera dilaksanakan. Sehingga saya harus mengalihkan amanah kepada ketua pelaksana tahun kemarin. Namun kita dapat memanggil ust.Felix siauw pada saat itu. Dan saya menghubungi baha=kan menunjukkan jalan kepada ustad itu saat saya sudah berada di Padang.

                Berbagai pemahaman islam saya dapatkan dengan berdiskusi dengan mas-mas yang ada di masjid Al-Hasanah ini. Mulai mas Fajar, Mas Adji, Mas Udin, Mas Aga dan mas-mas lainnya. Acara-acara rihlah juga terdapat dalam agenda RISMA ini. Sehingga berapa kali kami pergi kepuncak untuk menunaikan agenda rihlah ini. Menyenangkan dalam menjalani organisasi ini. Bersama kawan-kawan Faris, Ifan, Aripin, Ivannanda, Ibnu, Hilmi, Ikhsan, Ka Ilham dan lain-lainnya. Menjadi anak nongkrong di masjid adalah hal yang seru. Anak muda lainnya kayaknya harus mulai mencoba nongkrong-nongkrong di masjid ini. ^_^

BAKSOS YPI


                Ini kegiatan saya ba’da test tulis SNMPTN. Bersama teman-teman dari YPI Adhika, Hafiz, Gilang, Fajar, Izrul, Ginas, Rety,  Aswad dan kawan-kawan lainnya yang telah membantu tenaga dan dana. Ide ini berawal dari Adhika, lalu kami setuju dan menjalaninya sama-sama. Berapa kali kami berkumpul untuk menentukkan panti asuhan yang mana untuk kita datangi. Akhirnya satu panti asuhan dekat rumah teman saya yaitu Gilang, yang juga sangat dekat dengan fakultas kedokteran UI salemba menjadi pilihan kami.
                Kami-pun berkumpul setelah perpisahan yayasan panggilan illahi. Dan menggalang dana dan berdo’a agar kita berhasil lulus ke perguruan tinggi negeri yang kami inginkan. Saya lupa pastinya berapa yang kita kumpulkan. So pastinya setelah ditentukan hari H-nya kita pun melaksanakannya.
Foto Bersama Adik-Adik Panti Asuha
                Di panti asuhan kami meminta menjalankan sebuah acara. Kami sebenarnya belum menyiapkan apa saja susunan acaranya. Namun, akhirnya dengan daya kreativitas tingkat tinggi kami menyusun berbagai acara. Mulai dari pembukaan, penyampaian cerita oleh rety, permainan, motivasi dari hafiz dan saya serta banyak lagi.
Sedikit Mengisi Acara
                Rety dalam menyampaikan ceritanya menggunakan nama-nama kami. Dan itu paling teringat sampai sekarang. Kreativ banget. Applause deh buat Mahasiswi Psikologi UI baru ini. ^_^
                Alhamdulillah acara berjalan lancar. Lalu kami meminta do’a agar dimudahkan untuk masuk PTN yang diinginkan. Aamiin. Setelah acara selesai kami panitia makan-makan di dekat rumah Gilang, yang masih masuk daerah salemba. Ketika makan lumayan waktu itu saya dibayarin sama Calon Presiden Indonesia, Hafiz. Hehe. Waktu katanya dia lagi banyak uang.

                Anyway acara ini keren banget, Alhamdulillah kami masuk diberbagai PTN yang kami inginkan. Ada yang di UI, UNJ, bahkan saya jauh banget di UNAND. Hoho. Alhamdulillah. Sedekah membuka rezeki lebih lebar. ^_^

Sedikit Cerita Tentang SMAN 101 Jakarta

                Inilah SMA ku, sebuah tempat dimana segala hal terjadi, mulai dari konflik anak muda. Cinta, sahabat, kesalah pahaman dan lain sebagainnya. Hal yang luar biasa menjalani sekolah di SMA ini. Teman-teman luar biasa di kelas X4 dengan segala ceng-ceng’an. Pernah bertukar-tukar teman sebangku, mulai dari Simon, Riska, Lalu pindah dengan Ami dan terakhir dengan Dimas.
Lalu naik kelaslah saya ke 11 IPA 2, Bertemu dengan teman-teman satu ekskul di MP, berbaur dengan lelucon-lelucon aneh mereka. Bersama-sama memberikan kejutan ketika ada yang ulang tahun, teman-teman satu permainan. Ade, Egy, Jody, Zae dengan segala kelakar mereka yang buat perut sakit tertawa terus. Peco dengan kehebohannya, Divi dengan Tae min dan koreanya. Nae dengan Ran-nya, Wilda miss tergalau dan terhebring, ratna dengan  terkadang-kadang dewasa dan terkadang-kadang seperti anak kecil. Dinda dengan segala curhatan yang melimpah luah, baik tentang sahabat dan Dude. Lalu yang pasti, Teman sepaket saya Gugun. Teman sebangku yang tak pernah ganti-ganti di kelas 11 ini. Satu-satunya dua cowo sebangku duduk paling depan. Dan inilah Kelas 11 IPA 2, hal yang teringat pertama jika mencoba mengingat kelas-kelas yang pernah saya duduki sejak kelas 10 hingga 12. Teman-teman sepermainan, sebuah konflik, dan sebuah kehebohan remaja saya rasakan disini.
12 IPA 3
Lalu naiklah saya dikelas 12 IPA 3. Dikelas ini saya berubah 180 derajat itu, di kelas ini yang merubah orientasi diri. Di kelas ini membicarakan tentang masa depan dengan teman-teman. Di kelas ini saya mendapat keindahan dalam perubahan. Teman-teman saya dari 11 IPA 2 yang sering sepermainan saat kelas 11 itu ternyata tinggal perempuan saja yang sekelas dikelas 12. Peco (nisa), Divi, dan Nae. Dan mereka dan teman-teman 12 IPA 3-lah saksi hidup melihat dan merasakan perubahan saya yang drastis. Dari ngomongin jejepangan, jadi keislaman. Walau terkadang mereka bete karena katanya sering diceramahin. Tapi mereka yang mengerti dan nggak matahin semangat. Terima kasih luar biasa untuk kalian bertiga. Dan luar biasanya kami ber-empat gagal dalam kampus impian kami, peco yang sangat menginginkan masuk UI ternyata masuk UGM. Divi, yang sangat ingin menjadi guru matematika dengan masuk UNJ. Ternyata masuk UIN pendidikan Kimia. Nae yang ingin ambil gizi IPB, ternyata masuk ke unsoed. Saya, yang saat SMA sangat menggebu-gebu ingin masuk Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan IPB, jadi masuk Ilmu Ekonomi Universitas Andalas. Dengan saling menyemangati ini dan izin-Nya. Kita dapet PTN. Jalan yang lebih baik untuk kita.
Do'a Bersama Hari terakhir Sekolah
Kami hari terakhir belajar mengajar melakukan berbagai hal, saling mendo’akan dan lain sebagainnya. Karena minggu depan ujian nasional telah menunggu kami. Ujian yang menentukan kelulusan kami setelah 3 tahun duduk dibangku SMA. Kita, kelas 12 IPA 3 berkumpul dalam kelas, saling berdo’a dan mendo’akan kawan-kawan. Agar SMA kita lulus 100% dan banyak yang diterima di PTN. Berkumpul dan saling menyemangati ini terekam dalam sebuah foto-foto kami. Lalu seminggu kemudian kita akan bertarung satu lawan satu melawan soal-soal ujian nasional ini.

Foto Buku Tahunan Sekolah 12 IPA 3
Katanya Sepaket, hehe
                Setelah berakhirnya UN. Sekolah kami mempunyai kebiasaan unik. Graduation sebelum pengumuman kelulusan. Hebatkan? Itulah sekolah kami, sangat optimis siswanya lulus 100%. Walau dag dig dug pengumuman UN belum diumumkan. Kita tetap menikmati perayaan kelulusan ini. Saling mendoakan cita-cita teman-teman kami tercapai agar berkuliah di kampus yang di inginkan dan sebagainya. Tak banyak kata yang dapat saya ceritakan dalam graduation ini. Akan terlihat jelas jika melihat foto-fotonya saja. ^_^

Bu Arnah, Wali Kelas Saat X4 dan XI IPA 2



Teman-Teman di 11 IPA 2

Minggu, 01 Desember 2013

Rohis Al-Fath SMAN 101 JKT


                Sebuah perubahan besar dalam hidup. Mungkin itulah yang menggambarkan saya setelah berbaur dengan organisasi ini. Rohani Islam. Awalnya ketika saya kelas satu hanya menganggap organisasi ini hanyalah sekelompok anak-anak yang kerjaannya di masjid. Tapi tidak ada bedanya dengan siswa-siswa lainya. Karena pada saat itu anggotanya sama saja seperti siswa-siswa ibukota lainnya. Sepertinya ga usah disebut kali ya.
                Namun, sebuah perubahan menggelegar ketika saya sudah menjadi kakak kelas. Lalu, melihat adik-adik kelas yang tergabung dalam rohis. Ini baru Ghuroba. Ditambah penjelasan teman sekelas saya, karena baru pertama kali saya sekelas dengan siswi perempuan anggota rohis. Ada dua akhwat dalam bahasa mereka (anak rohis) dalam kelas saya. Ada seorang akhwat yang sering jelasin ini itu. Menjelaskan tentang mentor-mentor mereka. Kak Lukman katanya. Karena penasaran sekaligus terpengaruh karena ga sengaja kebaca biografi Hasan Al-Banna, saya add-lah dan message melalui FB kak Lukman ini. Menannyakan beberapa pertanyaan dan beberapa pembicaraan sehingga di undanglah saya dalam agenda mingguan mereka. Dan akhirnya, Sreeeeettttt…… Saya terjebak dalam jalan kebenaran.
Walaupun agak nggak ngerti apa bahasa mereka, ikhwan-lah, akhwat-lah, antum-lah, ta’afdhol-lah betah dan enjoy sekaligus mengerti bahasa mereka dalam pertemuan mingguan yang mereka sebut ‘mentoring’ ini. Nah, disinilah saya mendapat sebuah spirit yang mengantarkan saya menjadi pemuda yang ingin selalu memperbaiki diri. Baik ruhani, pemikiran, dan lain sebagainya.
dan lainnya. Akhirnya saya-pun
Setelah Pesantren Kilat SMAN 101 Jkt
                Lalu teman-teman yang melihat perubahan saya ini banyak yang keheranan. Ada yang bertanya “lu kemasukkan apa? jadi suka ceramah gini.” Ada juga yang bilang “Lu udah ga asik lagi mul”. Dan ada juga yang aneh katanya “masuk islam apaan lu? Megang cewe jadi ogah?”. Haha. Namun teman-teman terdekat saya di SMA ada yang mengerti. Mengatakan saya sudah mulai dewasa, dan lain sebagainya. Terutama teman-teman perempuan yang sudah sangat mengerti saya walaupun juga ada yang kebingungan. Hehe. Namun biarkanlah perubahan 180 derajat (kata mereka) ini mungkin sebagai titik balik kehidupan saya yang tercatat sejak dulu suka memilihi pendirian yang aneh, semoga saja ini pendirian Azmul yang mulai sistematis dan so pasti ga aneh, bahkan insya  Allah benar.hehe. Sebenarnya ada cerita unik yang melatar belakangi ini tapi cukup ini saja.
                Berbagai agenda saya ikuti dengan mereka. Karena saya hanya sebentar dalam rohis ini, namun cukup berkesan. Menjalankan maulid Nabi di SMA. Nyanyi nasyid diatas panggung maulid itu dan dilihat seluruh warga sekolah, mabit, iftor jama’I dan lain sebagainya. Akhirnya saya diterima kampus ke Padang. Sehingga harus melepas kesibukkan di Dakwah Sekolah ini. Walaupun nanti saat liburan akan tetap membantu segala hal.

Maulid Nabi (saya yg Megang gitar ditengah untuk bernasyid)
                Ketahuilah, setiap perubahan butuh proses, butuh kerja keras, butuh keterbiasaan. Keterbiasaan itu membutuhkan sebuah lingkungan agar dapat terbiasa.  Dan saya rekomendasikan Rohis ini adalah sarana yang luar biasa untuk mengembangkan kebiasaan baik. ^_^

Yayasan Panggilan Illahi

                Yayasan ini bekerja sama dengan Bank Mandiri memberikan bantuan uang sekolah kepada siswa islam di SMA maupun SMK se-Jakarta. Saya diajak oleh guru BK yaitu bu Jubaedah untuk mendaftarkan ini. Ketika melihat nama yayasannya agak aneh, tapi daftar aja lah.Kebetulan keuangan keluarga saya yang waktu itu sedang resesi memang membutuhkan suntikan dana untuk pendidikan saya. Akhirnya saya mendaftar dan pergi ke daerah tebet. Saya ditest pengetahuan Islam dan membaca Al-Qur’an. Alhamdulillah karena saya sejak SD hingga SMA ngaji di sebuah tempat tak pernahputus  jadi Insya Allah pengetahuan agama adalah sedikit-sedikit untuk menjawab pertanyaan yang mendasar.
                Beberapa hari kemudian saya diberi tahu bahwa saya lulus dan untuk mengikuti pertemuan pertama. Ketika saya datang, ternyata memang benar, setiap siswa disini luar biasa semua. Memang siswa yang memiliki prestasi akademik yang baik dan bisa dikatakan siswa-siswa yang islami bila dibandingsiswa-siswa di daerah Jakarta umumnya. Lagi-lagi ternyata isinya kebanyakan adalah anak-anak ROHIS. Dan disinilah saya pertama kali berkenalan dengan yang namanya MENTORING. Sebuah lingkaran yang luar biasa.
                Pertemuan setiap dua minggu sekali yang diadakan sangat luar biasa pula, karena pada sesi pertama. Mulai dari jam 09.00 sampai zhuhur selalu didatangkan pemateri-pemateri yang luar biasa, mulai dari trainer motivator, entrepreneur dan lain sebagainya. Membuat para siswa YPI mendapatkan suntikan semangat unguk terus berprestasi. Lalu sesi kedua yaitu ba’da Zhuhur hingga jam 2 di isi dengan Mentoring. Bila mendekati ujian maka pada sesi pertama diadakan pembahasan soal yang diadakandi tentori oleh kakak-kakak yang cerdas semuanya.
 Pertemuan yang diadakan di masjid Plaza Bank Mandiri ini memang sangat berkesan untuk saya. Ditambah dengan kakak-kakak pengasuhnya yang ternyata baru saya sadari mereka adalah Aktivis Dakwah dari berbagai kampus negeri di Jabodetabek, seperti UI, UNJ, IPB, UIN. Mereka yaitu Ka Rangga, Ka Andri, Ka Ridwan, Ka Arlex, Ka Saiful, Ka Eka, Ka Irma, dan banyak lagi.
Teman-teman di YPI juga luar biasa. Ada Izrul sang calon ahli fisika Indonesia masa depan, hal ini karena ketika kita baru saja selesai outbound, saat itu badan terasa letih namun ia masih saja sibuk dengan mencorat-coret rumus-rumus di kertas kecilnya. Kini ia berkuliah di Jurusan Fisika UNJ. Izrul ini berasal dari SMA di Jakarta Pusat, teman-teman YPI yang dari Jakut yaitu Gilang, Fajar, Hadi, Teguh dan lain-lain. Lalu ada lagi yang berasal dari SMAN di Jakarta Timur yaitu Hafiz sang presiden masa depan.Karena waktu itu kami dari jakbar hanya berdua jadi kami digabung kelompok mentoringnya bersama jaktim, sehingga intensitas saya dan Hafiz untuk berdiskusi cukup panjang. Ditambah lagi kami mendaftar sebuah beasiswa untuk kuliah bersama-sama, didalam proses pendaftaran itu kami jadi sering bertukar pikiran. Kini ia berkuliah di Ilmu Politik UI. Teman-teman dari Jaktim yang lain yaitu ka Rian dll. Wilayah Jakarta selatan ada teman yang juga luar biasa yaitu Abdul, sekarang ia berkuliah di Fakultas Teknik UI. Lalu teman-teman satu wilayah dengan saya yaitu Gugun, Jumadil, Wahyu, Firaz dll. Lalu dari teman-teman yang akhwat ada Andhika, Kim Reti, Fitri dan lain-lain.
Ada sesi yang cukup terngiang diotak saya. Yaitu ketika kami duduk bersama dan membentuk sebuah lingkaran. Lalu kakak asuh yang menjadi mentor menanyakan apa cita-cita mu. Lalu kami satu persatu menyebutkan cita-cita kami. Ada yang ingin membuat perusahaan tingkat nasional. Dan berbagai cita-cita mereka sebutkan. Namun ada hal yang menggelitik saya ketika ada yang berbentrokkan cita-citanya dengan cita-cita saya. Lalu kami berjanji bertemu nanti dalam pertarungan meraih cita-cita itu. Itulah pemuda memiliki mimpi yang mengagumkan.
Inilah yayasan yang menjadi salah satu batu bata pembentuk diri saya yang saat ini. Bertemu dengan siswa-siswa Jakarta dan kakak-kakak yang luar biasa dan acara-acara yang juga top. Semangat Muslim.