Tampilkan postingan dengan label Bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bebas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Desember 2022

Terima Kasih 2022

Bagi saya, tahun 2022 ini tahun refleksi. Pada tahun ini saya banyak merenung, mengevaluasi jejak sebelumnya, memperhitungkan berbagai peluang, hingga merencanakan apa yang harus dikejar kedepannya. Pastinya tetap mengerjakan yang ada didepan mata.

Karenanya saya merasa berada di jalur lambat. Langkah saya tak secepat tahun-tahun yang lalu. Ambisi saya tak semuluk warsa sebelumnya. Tentunya masih ada pencapaian yang mesti dirayakan.

Tapi kita sama-sama tahu, langkah cepat ataupun lambat tidak berbanding lurus dengan baik atau buruknya. Akan ada hikmah yang terpendam dalam tingkat kecepatan langkah kita.

Seperti ungkapan Cak Nun : "Hidup itu harus pintar ngegas dan ngerem"

Kita harus paham kapan menekan pedal gas untuk berlari kencang, atau menginjak rem agar memperlambat perjalanan. Jangan sampai kecepatan tinggi membahayakan kita, atau terlalu pelan membuat kita tak meraih apa-apa.

Yang terpenting dari masa yang terlewati, senang ataupun susah, berhasil atau gagal, kita tetap bersyukur atas apa yang telah Allah tetapkan kepada kita.

Kita harus meyakinkan bahwa setiap ketentuan-Nya, pasti banyak hal yang dapat kita petik menjadi pembelajaran hidup.

Begitu juga dengan tahun 2022 dan tahun sebelumnya. Kita bersyukur atas waktu yang telah Allah anugrahkan dan hikmah yang menyertainya.

Terima kasih 2022, semoga kita dapat memanfaatkan 2023 dan waktu-waktu berikutnya yang Allah takdirkan untuk kita.

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.

#MelangkahMenginspirasi

Minggu, 18 Desember 2022

Messi dan Cerita Hampir Menyerah

Gagal di tiga final Copa Amerika dan satu final Piala Dunia membuat hati Messi hancur berkali-kali. Lebih dari satu kali dia memilih ingin berhenti.

Pemain dengan gelar La Pulga ini sudah meraih segalanya dalam karir klub dan individu, semua gelar domestik, benua hingga dunia telah dia raih bersama Barcelona. Semua Gelar individu baik pemain terbaik dari liga hingga Ballon D'or serta topskor berulang kali pula dia rasakan.

Namun cerita indah itu tak berlaku dengan karir bersama tim nasional, Messi berulang pula patah hati dengan perjalanannya bersama Argentina.

Terlebih saat 2016, rival terbesarnya, Cristiano Ronaldo membawa Portugal Juara Euro, sedangkan dia kalah melawan Chile di Final Copa America. Makin besar badai hujatan yang La Pulga terima, bahkan dari fans Argentina sendiri.

Kekalahan pertama Messi di partai puncak terjadi tahun 2007, Albiceleste dibungkam Brazil 3-0. Namun ketika itu Messi masih sangat muda, usia 20 tahun. Belum menjadi kapten, bahkan tak menyandang nomor 10. Kekalahan Argentina lebih menyorot Tevez, Riquelme dan Zanetti.

Kekalahan pertama La Pulga sebagai kapten di laga final terjadi di ajang paling bergengsi sepakbola, Messi harus puas sebagai runner up setelah gol Gotze membawa Jerman Juara.

Sempat ingin pensiun, namun setelah bujukan berbagai pihak termasuk Presiden Argentina, Messi kembali membela Tim Tango, namun nasib kurang beruntung masih menghantui.

Dua kali berturut-turut Messi gagal di Final Copa America, di kalahkan Chile pada tahun 2015 dan 2016. Dan ini menjadi salah satu kekalahan paling menyakitkan sepanjang karirnya.

Di masa inilah fase nadir karir Messi bersama Albicelestes. Berbagai tekanan dan cemo'ohan mewarnai hidupnya. Puncaknya Messi mengumumkan pensiun dari Argentina di usia baru 29 tahun.

Dia mengucapkan "Bagi saya, timnas sudah berakhir. Saya sudah melakukan segalanya. Rasanya sakit tidak bisa jadi juara,"

Dia ingin menyerah, terlebih dirinya selalu dibandingkan dengan CR7 yang sukses membawa Portugal juara Euro lalu diikuti pula juara UEFA Nation League.

Namun pada akhirnya Messi memilih untuk terus melangkah, walau tertatih-tatih membangun harapan kembali, kekalahan demi kekalahan tetap saja menghampiri Messi dan Argentina.

Pada Piala Dunia 2018 hanya sampai 16 besar, ditambah Copa America 2019 hanya sampai semi final. Messi hampir kembali menyerah, namun dia kembali comeback dan menguatkan hati.

Dan cerita melegenda itu akhirnya terbit, dia berhasil juara Copa America pada pertengahan 2021. Saya menonton final melawan brazil itu, saat pluit akhir berbunyi, Messi tersungkur bahagia. Teman-teman satu tim mengejar dan memeluknya.

Satu mimpinya untuk meraih piala bersama Argentina tercapai, dan semalam Messi menggenapkan pencapaian sepakbolanya dengan menjuarai ajang sepak bola paling bergengsi sejagat raya : Fifa World Cup 2022 atau yang kita kenal Piala Dunia.

Dari Messi kita dapat belajar bahwa kita boleh hampir menyerah atas kekalahan-kekalahan besar dalam hidup. Namun ketika kita benar-benar berhenti, disitulah kegagalan sejati.

Selagi masih ada kesempatan dan harapan dalam hati, kita harus memaksimalkan ikhtiar untuk mencapai mimpi dan cita. Kisah Messi ini dapat menjadi inspirasi bagi mereka yang berulang kali gagal, namun menolak menyerah.

Dan akhir yang manis menjadi epilog karir Messi. Dia sukses mencapai cita dengan pertandingan final yang paling menghibur dan menegangkan yang pernah saya tonton. Btw, saya sudah menonton seluruh final Piala Dunia sejak 2002 hingga 2022 ini.

Selamat Argentina, Selamat Messi. Anda sukses menegaskan diri sebagai pemain bola Greatest of All Time. 

#MelangkahMenginspirasi

Selasa, 13 Desember 2022

Perhitungan

Cukup seseorang dianggap bodoh bila memasuki gelanggang yang belum pernah dia ukur. Buta tanpa ada pengetahuan.

Langkah-langkah yang kita ambil harus terhitung jelas, bukan mudah terbuai dengan banyaknya peluang, tapi tetap sadar akan resiko dan berusaha memitigasinya.

Menjadi perhitungan dalam hidup itu penting. Terlebih menghitung tiap resiko dan peluang yang mungkin diraih. Tapi ingat, jangan jadi insan yang hitung-hitungan.

Karna melakukan perhitungan bukan berarti selalu risau dengan segala resiko dan ancaman. Hingga takut rugi walau hanya untuk berbagi.

Maksud kita menghitung resiko agar kita mampu melewatinya. Namun jika kita gagal mengantisipasinya. Jelas tak mengapa. Itu akan menjadi pelajaran baru bagi kita.

Perhitungan.
Jangan hitungan-hitungan.
Ambil pelajaran dari prosesnya.

#MelangkahMenginspirasi

Rabu, 23 November 2022

Belajar Jadi Pejuang Sejati dari Sosok Perdana Menteri Baru Malaysia : Anwar Ibrahim


Sanggupkah kita, berkali-kali difitnah, hingga 3 kali masuk penjara, bahkan dengan tuduhan palsu yang sangat keji seperti sodomi. Namun tetap berjuang memperjuangkan cita demi negerinya tercinta, Malaysia.

Begitulah perjalanan politik Dato Anwar Ibrahim, sosok anak emas penguasa pada awalnya. Namun terbuang karena niat baiknya memberantas kebusukan partai penguasa.

Kisahnya berawal sejak pelajar, bergerak lewat aktivisme jalanan pada tahun 1960-an hingga 1970-an. Lalu dipenjara tanpa peradilan di tahun 1974 tersebab gerakannya.

Hingga mendapat perhatian dari tokoh besar Mahathir, lalu beberapa tahun kemudian Anwar Ibrahim menjadi Menteri Pemuda, lalu berpindah jabatan menteri lainnya. Karirnya sangat cemerlang ketika ditunjuk sebagai Menteri Keuangan Malaysia.

Ditangannya perekonomian Malaysia meroket dan mendapat penghargaan dari berbagai lembaga internasional. Puncaknya dia ditunjuk menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia tahun 1993.

Awalnya, semua berfikir bahwa dia adalah anak emas Mahathir yang akan menjadi suksesor Perdana Menteri Malaysia selanjutnya. Namun akhirnya dia berlawan pikiran dengan mentor politiknnya itu, khususnya dalam penanganan krisis ekonomi 1997/98 saat itu.

Anwar Ibrahim disingkirkan, dengan tuduhan yang keji, melakukan sodomi katanya. Berbagai media pun ikut menyuarakan jika itu fitnah. Namun tetap saja dia tersingkir dari pemerintahan, lalu masuk jeruji besi untuk kedua kali.

Walau terjebak dalam hotel prodeo, namun tekadnya mengejar cita untuk bangsa tak surut. Sejak saat itu Anwar menjadi pemimpin oposisi paling berpengaruh di Malaysia. Ikhtiarnya berlanjut dengan membuat partai baru, karena dia masih tak boleh melakukan kegiatan politik. Partai barunya, Partai Keadilan Rakyat dipimpin oleh istrinya, Wan Azizah.

Meski tahun 2008 kembali difitnah dengan kasus yang sama hingga dia kembali masuk penjara. Namun Anwar Ibrahim semakin berhasil membawa partainya menjadi partai oposisi terbesar di pemerintahan.

Perjuangannya melawan pemerintahan koruptif berbuah ketika Perdana Menteri Malaysia dari partai penguasa, Najib Razak ditangkap karna kasus korupsi. Hingga koalisi Pakatan Harapan yang dibangunnya memenangkan pemilu. Tentunya dengan kerjasama dengan mantan mentor yang pernah mengkhianatinya, Mahathir.

2018 berkat koalisi Pakatan Harapan, Mahathir menjadi Perdana Menteri Malaysia kembali, Wan Azizah jadi wakilnya. Perjanjiannya 2 tahun memimpin Mahathir akan memberikan tongkat kepemimpinannya kepada Anwar Ibrahim yang saat itu masih di penjara.

Namun dua tahun berselang, saat Anwar sudah keluar dari jeruji besi dan berhasil menjadi anggota parlemen kembali. Drama politik terjadi, Muhyidin membelot, Mahathir berkelit. Jadilah Perdana Menteri Malaysia saat itu Muhyidin, Anwar dituntut kembali bersabar.

Barulah tahun ini, November 2022, setelah koalisinya Pakatan Harapan kembali menjadi suara mayoritas di Parlemen Malaysia dengan 82 kursi, namun diwarnai dengan drama tak ada pemenang mutlak dalam pemilu Malaysia.

Anwar Ibrahim akhirnya ditunjuk oleh Kerjaaan Malaysia menjadi Perdana Menteri Malaysia ke 10. Sebuah perjalanan panjang, 50 tahun berpolitik, naik hingga dihormati, lalu turun karena dikhianati. Kini dia adalah orang nomor 1 di Malaysia, dia mampu menjalankan mimpinya untuk kejayaan negerinya. 

Selamat menjalankan tugas Dato Anwar, beliau adalah politisi di ASEAN (tentunya di luar Indonesia) yang paling penulis ikuti perjalanannya sejak Mata Najwa menghadirkan beliau saat Najwa Shihab mewawancarai Eyang Habibi, Presiden ketiga Republik Indonesia.

Beliau berdua adalah sahabat, sama-sama anak emas yang tersingkirkan. Namun dari mereka kita belajar bagaimana menjaga ketulusan dan semangat perjuangan untuk bangsa dan negara.

#MelangkahMenginspirasi

Selasa, 04 Oktober 2022

Malpraktek Gas Air Mata, Si Pangkal Bala

Kesal, sedih, marah, geram, dan berbagai perasaan campur aduk dalam hati. Sejak kejadian kanjuruhan. Euforia menonton bola saya sedang meredup.

Saya menonton MCity vs MU, biasanya jika MU dipermalukan seperti itu dalam derby, saya sudah mengupdate kelucuan permainan MU. Tapi enggan hati melakukannya.

Begitu juga ketika saya menonton timnas u17 semalam, padahal skor Indonesia mengagumkan, 14-0 lawan guam. Tapi benar2 tak menarik untuk berbahagia atas kemenangan timnas.

Benar2 dingin hati saya sekarang menonton bola, padahal saat saya menonton Arema vs Persebaya lewat HP. Saya terhibur melihat pertandingan seru dan panas, wajar karna ini derby. Tapi saya tidak habis fikir diakhir laga ratusan orang meninggal.

Lalu kenapa saya geram, ya saya geram. Kenapa harus ada Gas Air mata?

Suporter yg turun ke lapangan memang melanggar, tapi dampak  paling buruknya mungkin hanya rusaknya fasilitas stadion. Itu hanya tinggal didenda arema dan aremania. Selesai.

Karena tak ada bonek, jadi sesama aremania tak mungkin saling menyakiti walau kondisi chaos. Tak mungkin ada provokasi.

Tapi, jika turun kelapangan dilawan dengan gas air mata.  Apalagi ditembakkan ke tribun.

Saya bisa tegas mengatakan ini "malpraktek" dalam penanganan kerusuhan. Dan hukumannya tak bisa hanya administratif.

Karena "sudah sesuai prosedur" yang dikatakan Polda Jatim dalam penggunaan gas air mata, menunjukkan memang kesalahan  prosedur yg ditetapkan pihak keamanan. Knp kesalahan? Karena bertentangan dengan aturan FIFA.

Ya, gas air mata lah si pangkal bala.

Karena jika seandainya tak ada gas air mata, tak akan ada orang2 yg hipoksia, kesulitan nafas bahkan hingga kehabisan nafas.

Tak akan ada orang2 yg panik berlarian dengan mata terpejam karna perih, lalu terjatuh dan terinjak-injak.

Faktanya terinjak dan sulit nafas, menurut petugas medis yang paling banyak jadi penyebab kematian.

Jadi, saya berharap tim investigasi dapat mencari siapa penanggunghjawab gas air mata ini. Dan dihukum secara adil.

Dan PSSI, Panpel, PT.LIB dan pihak bertanggungjawab lainnya mendapat konsekuensi yang adil pula.

#KanjuruhanBerdukaCita

Senin, 23 Mei 2022

Tak Ada Kewajiban Membahagiakan Semua Orang

Bismillah

Pahamilah,
bahwa tak semua pasang mata harus engkau buat kagum.

Tak juga seluruh pasang telinga harus engkau bikin takjub.

Engkau hanya cukup memastikan hatimu bahagia dan tidak ada hukum agama serta negara yang engkau langgar.

cukup, sungguh cukup hanya itu.

Tak perlu perasaan tak enak merusak pilihanmu.

Tak usah rasa segan membuatmu ragu hingga sulit untuk maju.

Miliki prinsip yang engkau pegang, tentukan pilihan hidupmu, dan jalani itu semua dengan hati gembira.

Nikmati segala pilihanmu dengan segala konsekuensinya.

Perjuangkan cita-citamu dengan segala pengorbanan didalamnya.

Senangkan dulu dirimu dengan apa yang ingin engkau raih,

dan jangan pernah engkau korbankan suka cita dalam hati hanya untuk kebahagiaan mereka yang suka asal bicara tentang dirimu.

Karena memang kita tak ada kewajiban untuk membahagiakan semua orang. 

#MelangkahMenginspirasi
29 April 2021

Senin, 09 Mei 2022

Menikmati Masa

Seperti kata orang terdahulu, roda itu berputar, ada masanya kita dibawah dan ada masanya kita diatas.

Ada kalanya harapan yang terpendam mampu kita raih dengan begitu indah.

Tapi ada pula kalanya impian gagal diperoleh walau sudah berusaha dengan susah payah.

Ada saatnya target yang kita rencanakan mampu terealisasi dengan baik. Kadang pula ada keinginan yang entah kapan bisa kita capai.

Tapi begitulah hidup, ada hal manis untuk dirasakan dan hal pahit untuk diambil pelajaran.

Tugas kita hanya menikmati masa-masa ini, tentunya dengan rasa syukur yang tiada henti.

Walau bagaimanapun, sesedih apapun kegagalan yang kita rasa. Tetap saja jauh lebih besar curahan nikmat Allah untuk kita.

#MelangkahMenginspirasi

Rabu, 10 Februari 2021

Konsekuensi

Sebagai orangtua, Paman, Tante, kakak, abang, senior dan sosok yang dituakan, tugas yang lebih tua bukanlah mendikte mereka yang lebih muda, bukan juga memaksakan kehendak, namun menjelaskan konsekuensi dari apa yang mereka ambil.

Masalah apa yang mereka ambil dan jalani, itu seratus persen tanggung jawab mereka. Selagi tak melanggar hukum agama dan negara, biarkan saja mereka menjadi manusia bebas menjalani kehidupannya.

Namun anak muda karena gelora semangatnya, kadang mengambil pilihan tanpa tahu resiko dan dampaknya. Nah, tugas yang lebih tua menjelaskan konsekuensi setiap pilihan yang akan mereka ambil.

Jika memilih ini maka akan menanggung A,B,C dan D. Jika memutuskan itu maka akan merasakan E,F,G dan H. Kita jelaskan sedetail pengetahuan kita. Dan harus diingat hanya untuk memberi peringatan dan pengetahuan, bukan memaksakan pilihan.

Ketika mereka yang lebih muda sudah paham dan sadar setiap resiko, tanggung jawab dan konsekuensi setiap pilihannya, namun tetap memilih pilihan tersebut. Tugas yang lebih tua hanya tinggal mendukung. Apalagi itu pilihan jalan hidup pribadi, jangan terlalu jauh intervensi.

Tentunya kita sebagai junior, Adik, dan Anak Keponakan, pasti merasakan betapa tak menyenangkan dipaksa dalam mengambil keputusan. Dan betapa menggembirakan mendapatkan penjelasan konsekuensi dari yang lebih tua tanpa menekan untuk mengikuti penjelasannya 

Itulah mengapa ketika menjadi senior, abang dan orangtua, alangkah baiknya kita berusaha agar menjadi sosok yang bijak. Yang pandai menjelaskan konsekuensi kepada yang muda. Dan mendukung pilihannya ketika mereka telah mengambil keputusan.

Satu hal yang harus kita ingat, selagi tak melanggar hukum agama dan negara. Setiap orang berhak menentukan jalan hidupnya.

#MelangkahMenginspirasi

Jumat, 06 September 2019

Tentang Buku Langkah Nyata Mahasiswa Menginspirasi



Adakah figur yang pernah menginspirasi diri kita? Kita bersemangat ketika melihat sosok mahasiswa yang memiliki pencapaian di atas rata-rata. Tercerahkan dengan role model yang tidak hanya memiliki nilai akademik bagus namun juga berprestasi dalam beberapa bidang, memiliki pengalaman organisasi yang hebat, jaringan yang luas, skill serta kompetensi yang mumpuni, jiwa sosial yang baik, kesalehan disertai kepahaman ilmu agama, dan yang pasti bermanfaat bagi sekitar. Pernahkah terbesit dalam diri kita untuk menjadi tokoh inspiratif tersebut? 
Langkah terbaik setelah terinspirasi adalah menginspirasi. Bila kita pernah terinspirasi oleh orang lain, maka sudah tugas kita selanjutnya untuk menginspirasi insan lain dengan karya kita. Buku ini berisi langkah-langkah nyata yang perlu untuk menjadi mahasiswa menginspirasi. Berawal dari persiapan yang harus kita pastikan sebelum melangkah, langkah-langkah nyata yang harus dijalani dan kegiatan produktif yang harus dibiasakan. Disebut langkah karena buku ini sangat praktis untuk dijalankan, sehingga tak dipenuhi dengan teori yang mengawang. Sederhananya dengan membaca buku ini kita siap lepas landas untuk melangkah, lalu menginspirasi.

 Jangan tunggu lama lagi, pesan saat ini juga buku Langkah Nyata Mahasiswa Menginspirasi karya Azmul Pawzi sekarang juga.

Order Ready Stock Buku Langkah Nyata Mahasiswa Menginspirasi

Untukmu para mahasiswa yang ingin menjadi pemuda di atas rata-rata. Tak hanya memiliki IPK yang baik, namun meraih segudang pencapaian luar biasa selama masa kuliah.

Telah hadir buku terbaru  karya Azmul Pawzi berjudul "Langkah Nyata Mahasiswa Menginspirasi", yang ditulis khusus untukmu para _Agent of Change_.

Disebut langkah karena tips dalam buku ini sangat mudah dijalani. Apa saja yg didapatkan dari buku ini?

✔ Menata Tujuan Hidup Agar Tak Bingung Pasca Wisuda
✔ Menyukseskan Nilai Akademik Hingga Skripsi Selesai Cepat
✔ Berprestasi, Berorganisasi, dan Berjejaring
✔ Meningkatkan Spiritualitas Diri
✔ Menghindari Ranjau-Ranjau Mahasiswa
✔ Membiasakan kegiatan Produktif untuk Mahasiswa
✔ Dan Masih Banyak Lagi.

Tunggu apalagi? Ayo pesan buku LNMM.


Cara pemesanan :
Ketik : Nama-Alamat-Jumlah
Kirim WA/SMS ke Admin Buku LNMM :

Harga :
Rp. 55.000

Sinopsis : bit.ly/TentangBukuLNMM

Teruntuk para mahasiswa dan calon mahasiswa, para orangtua yang anaknya sedang berkuliah, kakak dan abang yang adiknya masih mahasiswa, pemuda yang ingin kamu dan temanmu sukses dan menginpirasi selama di kampus.

Ayo pesan buku ini. Jangan sampai ketinggalan.

#MelangkahMenginspirasi #AzmulPawzi #BukuBagus #LNMM

Sabtu, 16 Februari 2019

Ekspresi Kebahagiaan


Setiap orang punya cara masing-masing dalam mengekspresikan kebahagiaan. Ada dengan mentraktir teman, menari-nari, bernyanyi, melompat, bersujud syukur, upload di sosmed, atau hanya tersenyum.

Mereka punya langkah sendiri dalam meluapkan kesenangan di momen indah kehidupan mereka.

Jadi bahagialah ketika keluargamu, sahabatmu, temanmu, sedang bahagia dan mengekspresikan kebahagiaannya.

Jangan sinis, risih atau menyindir, apalagi menjelek-jelekan. Cara mereka mengekspresikan kebahagiaan mungkin tak sesuai dengan caramu. Tapi itu kan cara mereka, bukan caramu.

Jangan memaksakan pola pikirmu ke semua orang. Tak mungkin. Jangan paksakan ukuran bajumu ke semua manusia. Tentu ga muat.

Selagi bukan perbuatan dosa dan merusak ketertiban umum. Biarlah mereka berkreasi sesuka mereka.

Bahagialah ketika orang lain bahagia, jangan sebaliknya.

Sederhana bukan?

Lahia Mancari Kawan, Batin Mancari Tuhan


Lahia Mancari Kawan, Batin Mancari Tuhan, begitulah motto yg didapatkan dari silek minang, artinya "Lahir mencari kawan, batin mencari tuhan".
.
Belajar silat bukan hanya belajar memukul, menendang, membanting, bertarung, dll. Tapi ada nilai-nilai sangat bermakna dalam proses pembelajarannya.
.
Belajar silat bukan malah menjadi kita jumawa sehingga menyakiti manusia lain, menambah musuh, atau suka berkelahi. Tapi semangat mencari teman, kawan dan sahabat perjuangan.
.
Dalam pertarungan silat, seorang pesilat bisa memahami lawan tandingnya, dan berkawan baik. Ketika SMA, saya punya banyak teman baik dalam latihan maupun kejuaraan.
.
Belajar silat seharusnya juga menjadi sarana mengilhami bahwa sesungguhnya kita hanya manusia yang tak berdaya. Membuat kita rendah hati kepada sesama dan tunduk taat kepada Sang Maha Penguasa.
.
Perguruan Silat Merpati Putih yg saya ikuti juga mengajarkan saya sebuah motto "Sumbangsihku tak berharga, namun Keikhlasanku nyata".
.
Bahwa tak penting menghitung-hitung kontribusi kita kepada sesama, bangsa dan negara. Apapun yang kita berikan baik harta, tenaga, pikiran itu tak berharga, yang terpenting kita ikhlas dalam memberi.
.
Alhamdulillah, dalam gelanggang pencak silat, dua tokoh kita berpelukan dan memberikan tauladan yang baik untuk bangsa. Saya terharu melihat foto tersebut. Sejuk pilpres nanti insyaAllah.
.
Dan selamat kepada atlit pencak silat yg telah memberi 14 medali emas untuk Indonesia. Kalian luar biasa.

#MelangkahMenginspirasi
#AsianGames

Jumat, 17 Agustus 2018

Setia Kepada Kebenaran

Salah satu ajaran yang paling sering ditanam oleh ibu kepadaku adalah tegas mengambil sikap. Tak boleh menjadi sosok peragu. Dalam hal serumit dan seringan apapun.

Begitu pula dalam berbagai moment keluarga besar. Ibu selalu mengambil sikap. Ada alasan dalam setiap sikap setuju dan ketidaksetujuannya. Kadang alur pikir ibu selalu diceritakan kepadaku.

Ketika diri ini di Padang, dan ibu di jakarta. Kami pun membahas banyak hal memalui sarana telepon. Tentang ibu yg meminta pendapatku dalam beberapa masalah, membahas kejadian di TV baik isu sosial dan politik. Hingga berbagai hal lainnya.

Ibu juga mengajarkan, jika kita telah yakin sebuah kebenaran. Maka bela, setia padanya, jangan hanya diam. Namun tetap berhati-hati dan tak gegabah. Semua hal butuh perhitungan. Jangan sembrono.

Ah, mungkin masih banyak lagi hikmah tentang pembelajaran karakter dari ibu tercinta. Aku rindu.

Nb: Foto ketika mencoblos capres RI 3 tahun lalu.

#MelangkahMenginpirasi

Harta & Kemampuan Mengelolanya

Kita masih bahas hadits di postingan sebelumnya, wanita dinikahi karena 4 hal : Kecantikan, harta, keturunan dan agama.

Setelah kecantikan, alasan lain yang bisa dijadikan pertimbangan menikahi seseorang adalah harta. Harta maksud disini bisa jadi secara zhahir (terlihat). Memang dia berharta banyak. Kaya raya atau keturunan dari orangtua berpunya.

Namun ada hal terpenting yang harus digaris bawahi dari alasan harta yg disampaikan para ulama. Diantara maksud dari alasan harta ini salah satunya adalah kemampuan mengelola harta.

Kemampuan mengelola harta bisa menjadi pertimbangan menikahi seseorang. Jika seorang laki-laki yang hanya berpenghasilan 5 juta. Jangan menikahi wanita yang zakat Mall-nya sebulan (Mall ya bukan mal) lebih dari 10 juta. Biaya shoping, salon, perawatan dan sebagainya.
Karena itu akan memberatkan dan tentunya bukan menambah sakinah dalam keluarga, malah menambah stress. Jika penghasilan lelaki 15 juta, sesuatu yg wajar jika dia menikahi seorang wanita yang biaya pengeluarannya hanya 10 juta per bulan. Ini tak masalah.

Maka pertimbangan kemampuan pengelolaan harta ini penting. Banyak beberapa temen cowok saya berkata. "Enak kali ya nikah sama artis ini." (dia menyebut salah satu artis film terkenal berjilbab besar). "Emang kenapa tu?". "Udah cantik, shalihah, adem, artis juga lagi." Begitu ucapnya.

Mungkin jika dia tau berapa biaya perawatan artis itu sebulan, tanpa diberi instruksi mundur, niat dia tadi akan lenyap dengan seketika.

Maka mempertimbangkan kemampuan calon pasangan mengelola harta adalah amat penting.

Diantara istri-istri Rasul, ada yg amat perhitungan dengan harta. Dulu sebelum menikah dengan Rasul, perhitungannya tentang dunia, baik uang, perhiasan atau apapun namanya. Namun dengan tempaan Rasulullah, perhitungannya berubah menjadi bagaimana sekecil apapun harta,  bisa jadi ibadah. Bagaimana satu kurma bisa menjadi amal shalih. Dan begitulah ke-shalih-an itu bekerja.

#WanitaShalihah
#MelangkahMenginspirasi

Kecantikan yang Meneduhkan

Kita masih bahas hadits di postingan sebelumnya, wanita dinikahi karena 4 hal : Kecantikan, harta, keturunan dan agama.

Objek yang kita serap hikmahnya tetap kisah dua pasang suami istri paling romantis. Nabi Muhammad dan Khadijah.

Mari kita lanjutkan cerita turunnya wahyu kepada Rasul. Dalam kalut dan gundahnya jiwa Rasulullah. Seperti cerita dalam postingan sebelumnya. Dengan hanya melihat wajah Khadijah sang istri tercinta. Hilang setengah masalah Sang Nabi. Inilah kecantikan sejati.

Namun cerita belum usai. Masih ada setengah kegundahan lainnya dalam jiwa Nabi. Maka ketika masuk kamar, Rasul meminta di selimuti.
Singkat cerita, karena Khadijah masih melihat masih ada masalah dalam wajah suaminya. Ada satu ucapan Khadijah yang sangat manis. "Suamiku sayang, engkau orang baik, tidak punya musuh, sering menolong orang. Dan yakinkan pada dirimu, aku akan bersamamu dalam suka maupun duka". Seketika Nabi Muhammad tenang. Ada keteduhan yang muncul dalam relung jiwanya.

Maka itulah kecantikan yang meneduhkan. Karena cantik atau tampan fisik itu akan sirna. Namun dengan melihat dan mendengar ucapannya kita menjadi tenang. Itulah tujuan pernikahan : ketenangan atau sering dalam doa kita disebut Sakinah.

Buat apa cantik/ganteng fisik bila mendengar ungkapannya kita bertambah pusing kepala. Buat apa jelitanya paras namun melihat ulahnya bertambah ruwet masalah.

Maka cantik-lah secara sejati dan meneduhkan layaknya Khadijah. Membungkus perangai dengan akhlak islam. Berpenampilan dengan patuh terhadap syariat.

#WanitaShalihah
#MelangkahMenginspirasi

Postingan selanjutnya tentang alasan karena harta.

Kecantikan Sejati

Sesuai hadits di postingan sebelumnya, wanita dinikahi karena 4 hal : Kecantikan, harta, keturunan dan agama.

Maka, kecantikan seperti apa yang di cari? Bukankah kecantikan itu relatif? Sedangkan jelek itu mutlak (Becanda 😁). Hehe

Diantara istri-istri rasul, ada yg parasnya amat cantik. Beliau bernama Zainab Binti Jahsy. Wajahnya sangat amat mempesona, bahkan dalam sebuah riwayat, kecantikan Zainab di gambarkan "apabila melihat wajahnya (zainab) maka mata takkan berkedip dan kepala takkan berpaling." Begitulah gambaran paras wanita keturunan bangsawan ini.

Ada juga aisyah yg berparas jelita, bahkan digelari humairah, yang kemerah-merahan. Jadi cantik merah merona seperti yg diiklankan produk kecantikan.
Namun, dari semua istri Rasulullah. Tak ada satu pun yang masuk dalam mimpi Rasul bahkan selalu di kenang oleh Rasulullah. Tidak ada satu pun kecuali, Khadijah binti Khuwailid.

Mengapa Khadijah menempati tempat paling spesial dihati Nabi Muhammad? Seorang janda dua kali karena kedua suami sebelumnya meninggal. Dan di nikahi Rasul ketika umurnya tak muda lagi, 40 tahun. Secara fisik mungkin tak secantik Zainab dan Aisyah. Namun Khadijah memiliki kecantikan yg istimewa.

Kecantikan yg seperti apa?

Kecantikan yg ketika dipandang, setengah dari masalah sang suami lenyap.
Coba anda bayangkan jika Anda menjadi Rasulullah ketika pertama kali mendapat wahyu. Siang hari bolong, sesosok tak di kenal memanggilnya, dan sosok itu duduk melayang antara bumi dan langit.

Kaget? Merinding? Penuh beban? Kalut? Pucat?

Maka Sang Nabi berjalan cepat, dengan menggigil dan kusut. Lalu ketika diketuk pintu rumah dan di buka pintu oleh sang istri. Maka ketika rasul melihat wajah khadijah,ia tenang.  Bahkan dalam bahasa Nabi "setengah masalahnya hilang." MasyaAllah.

Kecantikan seperti inilah yg patut dijadikan teladan. Bukan kecantikan penuh dempul bedak, atau bibir terlapisi merah lipstik. Sibuk menggambar alis atau memakai pakaian seksi. Memakai aksesoris dan pulang balik salon ala-ala artis. Karena semua kecantikan seperti itu semu.

Kecantikan seperti khadijah-lah yang sejati.

#WanitaShalihah
#MelangkahMenginspirasi

Hikmah Banyaknya Istri Rasulullah

Salah satu hikmah berbilangnya istri Rasulullah yang disampaikan oleh para ulama yaitu semua pribadi dari masing-masing wanita mulia ini mewakili karakter seluruh wanita yg ada di muka bumi.

Dari yg paling perhitungan sampai cemburuan, paling kalem sampai ceria, paling bersahaja hingga manja.

Ummul mukminin mewakili semua karakter yg ada dari para wanita yg hidup.

Merekalah role model wanita shalihah, karena di tempa langsung oleh manusia paling mulia dimuka bumi. Maka, bagi para wanita temukan karakter sholehah-mu yg sesuai dengan dirimu dengan mempelajari pesona dari setiap pribadi istri nabi.

By the way
“Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah perempuan yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.” (HR Bukhari, Muslim)

InsyaAllah postingan selanjutnya tentang 4 hal ini satu-satu. InsyaAllah.

@azmulpawzi
#MelangkahMenginpirasi
#WanitaShalihah

Kitab dalam gambar ini adalah milik Buya (kakek saya). Saya boyong ketika bareng ibu saya beres2in rumah nenek dan menemukan kitab ini. Sudah menguning dan tua. Namun isinya sangat luar biasa. Ini buku terjemahan, saya lupa judulnya apa, karena bukunya masih terringgal di padang.

Dipandang Sebelah Mata

Dalam sebuah agenda bertema "strategi sukses dan berprestasi di kampus" dimana saya diminta berbagi cerita didalamnya. Ada sebuah pertanyaan mainstream yang mungkin akan hadir tiap kali agenda bertema tersebut terlaksana.

Pertanyaannya sederhana, bagaimana menghadapi mereka yang meremehkan kita? Hanya memandang sebelah mata diri kita.

Ah, jika diingat-ingat, hal seperti diremehkan, dianggap rendah, dilihat sebelah mata, dipandang tak punya kemampuan. Sudah banyak saya dapatkan, bahkan sejak kecil.

Cimo'ohan orang ketika SD, dianggap tak mampu apa-apa saat SMP, bahkan ketika SMA, ketika diri berusaha mati-matian berprestasi hingga mendapatkan medali pencak silat tingkat jabodetabek-pun masih ada yang meremehkan. Begitu-pun di kampus bahkan pasca kampus.
Sampai kapan-pun, dan dimana-pun posisi kita. Diremehkan adalah keniscayaan. Allah akan terus mengutus orang-orang yang suka merendahkan diri dan karya kita. Bahkan, orang-orang itu bisa saja hadir dari orang-orang terdekat kita.

Orang yang memandang sebelah mata  terhadap kita, pasti ada. Namun tugas kita bukan termakan omongan itu, bukan juga pesimis dengan sangkaan mereka.

Tugas kita berusaha dan membuktikan. Bahwa Allah telah memberi diri kita potensi masing-masing. Dan kita punya jalan sukses sendiri-sendiri.
Tempuhlah jalan kecemerlangan yang sesuai dengan dirimu. Jangan termakan perspektif negatif orang. Tetaplah melangkah menggerakkan segala kemampuan kita, menginspirasilah dengan segala karya kita.

Jangan tumbang dengan pandangan dan omongan orang. Bangkit, melangkah, lalu menginspirasilah.

#MelangkahMenginspirasi

Ketentraman

Rasa tentram, nyaman, tenang selalu lekat hubungannya dengan kebahagiaan.
Lagi pula bagaimana bisa seorang akan bahagia, bila ternyata gelisah selalu dalam hatinya. Dirinya senantiasa tak tentram.

Ada yang menghabiskan uang membeli apartemen mewah atau perumahan elit untuk mendapat ketenangan. Ada dengan cara shopping untuk menenangkan diri. Ada yang dengan berjalan-jalan. Ada yang bersenda gurau dengan teman. Bahkan ada yang meminum alkohol juga memakan narkoba untuk mendapatkan ketentraman.

Bagi seorang muslim, mata air ketenangan amatlah mudah didapatkan. Tanpa merogoh kantung amat dalam, tanpa mengorbankan banyak hal.

Bagi muslim ketenangan itu sederhana. “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan berzikir mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (Qs. ar-Ra’du: 28), sederhana bukan?

Ingatlah Allah, dalam kerja-kerjamu. Ingatlah Allah, dalam setiap masalahmu. Ingatlah Allah dalam sedihmu. Ingatlah Allah dalam pelikmu. Bersujudlah, beribadahlah. Patuhi segala perintah-Nya. Jauhi laranganya.

Ingatlah Allah, maka hatimu akan tenang. Jiwamu lapang. Wajahmu tersenyum tentram. Hidupmu lebih bermakna. Dan akhiratmu terjaga.

#MelangkahMenginspirasi

Shalihmu, Bakti Terbaikmu

Gelar yang engkau dapat, mungkin membuat senang orangtuamu.

Prestasi yang engkau raih, mungkin membuat sanak saudara salut terhadapmu.

Medali dan piala yang terdapat dirumahmu, mungkin menjadikan tetangga memuji dirimu.

Harta melimpah yang engkau miliki mungkin menjadi penaik strata masyarakat untuk keluargamu.

Jabatan yang engkau terima, mungkin membuat orang sekitar berdecak kagum dengan pencapaianmu.

Dimuka bumi, semua itu memang membanggakan. Mata manusia akan sangat kagum terhadap kamu dan keluargamu. Dan bisa menjadi baktimu untuk orangtuamu.

Tapi ingatlah, itu semua hanya fatamorgana juga semu. Ada hal yang lebih penting dari semua itu. Keshalihanmu.

Ya keshalihanmu, karna shalihmu pasti menjadikan doamu untuk orangtuamu langsung tembus kelangit dan membantu orangtuamu di kehidupan abadi kelak.

Bukankah dari sabda Rasul, bahwa amal yang tak terputus adalah doa anak shalih? Sekali lagi, anak yang shalih. Tidak hanya anak, menjadi anak saja tidak cukup untuk membantu orantuamu diakhirat. Namun anak yang shalih. Dengan keshalihan engkau mendapat tiket khusus seperti apa yang disampaikan Nabi.

Maka sudahkah kita berusaha menjadi shalih? Memaksimalkan segala ibadah dan menjauhi segala dosa?

Menjalankan segala amalan wajib maupun sunnah. Menjaga interaksi lawan jenis juga menutup aurat. Dan senantiasa teguh memperbaiki diri dan memperjuangkan islam.

Semoga kita semua senantiasa berusaha menjadi shalih dan shalihah. Sebagai bakti terbaik untuk kedua orangtua.

#MelangkahMenginspirasi

Asal Tidak Bermaksiat dan Tidak Pula Merugikan Orang Lain, Lakukanlah

Saya termasuk orang yang tak begitu rigid, bagi saya banyak hal yang permisif. Beberapa hal yang saklek oleh orang, bisa lebih santai dalam pandangan saya.

Standar kebebasan seseorang bagi saya sederhana sekali. Menurut saya, manusia boleh berinovasi, berbuat sekreatif dan sebebas mungkin asal tidak maksiat dan juga tak merugikan orang lain. Jika dua hal itu terpenuhi, berbuatlah sesuka hati.

Bagi saya, jika seseorang telah memenuhi dua hal ini, dan masih saja kehidupan pribadinya banyak yang ngomentari dan sok tahu. Maka cukuplah saya simpulkan, sang komentator adalah orang yang amat suka mengurusi orang lain. Berbicara seenak jidat dan tak dipikirkan. Berucap hanya untuk menunjukan superior dan digdaya. Bahwa dia lebih paham segalanya.

Kadang sang komentator berkata bijak namun menyayat jiwa. Memberikan jalan hidup sesuai pola fikir dirinya. Memberikan standar karya dan keputusan seperti apa yang diotaknya. Seakan-akan semua hal harus sama dengan ucapnya. Ibarat baju, mereka memaksakan semua orang sama ukuran sepertinya.

Inilah tindak tanduk kuno yang kaku dan tertutup akan perubahan. Segala hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan mereka caci, sindir juga hinakan. Sesuatu yang tidak sama dengan kehidupan mayoritas masyarakat, mereka pandang rendah dan digunjingkan.

Jadi, tak perlu kita pikirkan pola pikir primitif macam itu. Jika tindakanmu, karyamu dan keputusan hidupmu bukanlah sebuah maksiat dan merugikan orang lain. Lakukanlah, engkau berhak akan itu.

Tapi ingatlah, sebaik-baik perbuatan, adalah amal shalih dan kebermanfaatan bagi sesama.

@azmulpawzi
#MelangkahMenginspirasi