Sabtu, 24 Mei 2014

Kuatlah Wahai Hati, Sabarlah Wahai Diri


Ya inilah jalanku.

Jalan yang berbatu, jalan yang penuh halang rintang, yang dimana terjatuh, celaan, hinaan hal yang biasa.

Aku tidak lah terbit di saat Rasulullah saw berdakwah di dunia ini.

Ku pun juga tidak terlahir di zaman sahabat, taabi’in dan tabi’ut tabi’in.

Kehidupan ku kini juga bukan di saat islam dan khilafahnya memimpin dunia ini.

Ku terlahir di tengah masyarakat islam, namun dimana islam sudah memudar di kehidupan mereka karena kebudayaan yang menyelisihi islam.

Namun sekuat mungkin, ku akan berjuang mempertahankan keimananku ini.

Andai matahari di tangan kananku,jika saja rembulan berada ditangan kiri ku.

Takkan mampu mengubah yakinku.

Iman ini akan selalu terpatri di dalam hati.

Takkan terbeli oleh apapun.

Iman ini, akan ku pertahankan walaupun berdarah darah jalan yang harus ku tempuh.


Disaat orang lain segenerasiku berjalan mengikuti arus syahwati.

Sibuk dan terlena dengan hiburan memenuhi nafsu.

Asyik dengan cinta yang mereka realisasikan dengan kenistaan.

Namun diri ini mencoba untuk berlawanan dengan arus itu.

Karena itulah jalan yang akan diridhoi Allah.

Aku….

Memang menjalani kehidupan di akhir zaman.

Dimana maksiat dapat ditemui di segala sisi kehidupan.

Namun aku bersyukur aku masih dapat menemukan orang-orang yang menginginkan islam kembali memimpin dunia, mewarnai sisi-sisi kehidupan manusia.

Ku kuatkan azzam untuk ikut menyertai mereka.

Ikut berusaha mengemban jalan dakwah ini.

Walaupun aku ketahui diri masih sangat banyak kekurangan.

Masih belum sempurna untuk mengembannya.

Namun tugas besar ini dalah sebuah kewajiban untuk muslim dan tidak menuntut manusia sempurna untuk melaksanakannya.

Karena tidak ada manusia yang luput dari dosa.

Bukanlah harta yang ku cari, bukanlah nama dan jabatan yang ku damba.

Hanya Ridho-Nya yang ku harap sebagai harga.

Andaikan beribu siksaan, celaan, makian menghantam tubuh ini.

Ku takkan pernah ragu, walaupun se ujung rambuat untuk maju.

Ku akan selalu berdoa kepada Allah Azza wa Jalla agar hati ini dikuatkan, diri ini di bimbing dan dan di sabarkan.

Bantu lah hamba ya Allah.

Semoga generasi ku yaitu generasi muda dapat kembali ke jalan-Mu

Dan keyakinan ini akan bangkitya islam akan selalu berda dlam hati dan fikiran ini.

Inilah jalan ku, jalan yang di lewati para pejuang

Ya Allah bimbing dan bantu hamba.


“Katakanlah inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kepada ALLAH dengan yakin, Maha Suci ALLAH, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik” (Q.S Yusuf : 108)

Sebuah postingan untuk mengingatkan saya khususnya


Azmul Pawzi (2 September 2012)

Apa Kabar Bulan?


Hai langit. Apa kabarmu di kelamnya malam ini? Sepertinya awan masih membuaimu dalam pelukannya ya. 
Banyak potongan-potongan hidup yang ingin daku ceritakan kepadamu. 
Oh ya, bagaimana kabarmu bulan di gulita ini? Ku lihat setengah wajahmu memancar pada malam ini. Kau tetap cantik. Kau tetap indah. Pesona mu tetap tak terkira walau bintang tak menemanimu malam ini. Engkau tetap menawan dimata ku hai rembulan.


S
edang apa kau rembulan? Apakah kau kesepian? Sepertinya awan tak menghiraukanmu dalam gumulan indahnya yah. Ku lihat cahayamu malam ini sedikit sendu. Kau baik-baik sajakan? Apakah sepi menganiayamu disana? Namun sepertinya tidak. Aku mungkin salah menerjemahi parasmu. Setengah wajahmu malam ini sepertinya tersenyum. Senyum nan indah. Bahkan diri ini sulit menerka berapa keindahannya. 


Begitu luar biasa anugrah Sang Maha Pencipta. Ia menggantungmu dikala insan telah sibuk dengan lelapnya. Bermain ria dengan bunga-bunga mimpinya. Namun bukan itu intinya. Sang Maha Cinta menggantungmu saat itu untuk menjadi teman setia makhluk lainnya. Mereka yang berkutat dengan tugasnya. Mereka yang gusar tak menentu dalam malam. Kau lah yang menemani mereka dengan setia wahai rembulan.

Selamat malam untukmu wahai rembulan. Tetaplah tersenyum. Senyum yang menentramkan hati yang mentadaburinya, Senyum yang melegakan jiwa yang mensyukuri ciptaan indah seperti mu. 

Saat Fatamorgana Dirindukan

Dalam kehampaan tanpa tepi. Ku buka mata ini. Dan mulai terjaga ketika kegelapan masih memeluk bumi. 
Tanpa sadar diri ini tak berdaya melihat rintihan dunia. Terpuruk dalam aniaya kelam. Tersesak kebimbangan. Isak tangis berirama dengan bau ketamakan. kedengkian menjarah asa. 
Satu kata pun tak dapat ku mengerti yang dialami semesta. Hamparan luka menemani manusia lemah. Keadilan berdarah-darah tersayat kebohongan. Rasa tolong-menolong berguguran. Meronta-ronta tergerus zaman.
Lalu kupejamkan mata. Tersautlah bisikan. Bisikan yang membawa kedunia fatamorgana. Dimana embun pagi menyimpul kedamaian.Dimana belaian angin menyejukkan jiwa. Membasuh perih yang membekas.
Kulihat disana keramahan mengalir lembut. Membasahi nurani yang dulu kering. Menumbuhkan asa yang dulu rapuh.
Beribu kata tak sanggup menjelaskan keindahan ini. Bahkan aku tak dapat meraba betapa besar rindu yang membuncah. Betapa nikmat jiwa yang bermanja-manja dalam ketulusan. Tak ada lagi keangkuhan, tak ada lagi kerakusan.
Namun itu hanya fatamorgana. Saat ku terjaga kembali. Keyakinan berdiriku tergerogoti kembali oleh keraguan. Harapku terkubur dalam kenyataan.
Inilah bumiku,kenyataan memaksa sukma suci tak terbangun. Melempar kebaikan dalam keterpurukan. Hanya untaian do'a disandarkan kepada Sang Maha Pemberi. Agar fatamorgana itu terwujud. Agar mimpi indah itu tak hanya berbunga dalam lelapnya diri.

Rabu, 02 April 2014

Menjadi Ketua PPU KM Unand dan Cerita Pemira KM Unand 2014


          Pemira KM Unand, sebuah perhelatan politik terbesar di Universitas Andalas. Perhelatan yang akan menentukan siapakah Dewan Perwakilan Mahasiswa yang baru dan Presiden Mahasiswa yang akan memimpin BEM KM Unand kedepannya. Sebuah perhelatan yang dimana akan tampak setiap warna dari berbagai pergerakan yang ada di kampus.
Pada tahun 2014, pemira akan diadakan kembali. Dalam pemira ini saya ikut ambil andil, bermodal pengalaman menjadi anggota PPU KM Unand pada tahun sebelumnya. Saya di amanahkan kali ini menjadi ketua PPU KM Unand 2013-2014. Sebuah wadah yang menyelenggarakan teknis pemira.
Sebuah pengalaman yang luar biasa. Karena perpolitikkan kampus, sepertinya tidak ada bedanya dengan politik di Negara Indonesia. Segala intrik, media yang profokatif, tawaran dan ancaman. Semuanya lengkap saya rasakan dalam menjalani amanah menahkodai PPU ini.
Saya diangkat di awal bulan Desember tahun 2013 berdasarkan hasil musyawarah anggota. Mengawali amanah yang mendekati UAS. Memiliki berbagai kendala, seperti nggota yang berjumlah 160-an orang ternyata hanya segelintir saja yang aktif. Karena PPU mengawali langkah saat UAS berlangsung, sehingga mereka izin fokus UAS. Lalu saat memasuki liburan semester, ternyata izin sudah dikampung. Dan saat masuk kembali ternyata kami sudah  action untuk kampanye dialogis. Sehingga men-solidkan anggota yang banyak alasan ini sangat sulit. Namun menjadi tantangan tersendiri yang asik.
Moderator di Kampanye Akbar
Beruntung saya memiliki beberapa anggota yang siap sedia menemani berkontribusi  menyukseskan pemira. Bahkan sampai ada cewek yang udah malem disuruh pulang, malah tidak mau karena ngejar target. Namun pas saya nasehati (mendekati marah sih, tapi marah yag positif) baru mereka pulang. Tapi luar biasa mereka-mereka itu.
Tidak hanya anggota, kondisi yang sedikit lagi Pemilu RI serta PILWAKO padang. Juga menjadi halangan pengadaan kotak suara. Pemira yang setiap tahunnya meminjam ke KPUD Padang, tahun ini tidak boleh karena akan dilaksanakan pilwako. Kami pergi mencari ke KPUD Pariaman, KPUD 50 kota, Payakumbuh, Tanah Datar. Hasilnya sama saja. Namun pada akhirnya karena ada sisa kami dipinjamkan hanya 3 kotak oleh KPUD Payakumbuh. Otomatis kami dalam pengadaan kotak suara mengumpulkan kotak-kotak yang dimiliki fakultas-fakultas, Sehingga terkumpulah 30-an kotak.
Ini Suasana Kampanye Akbar di PKM
Dinamika isu dalam pemira juga suatu hal yang seru, media kampus yang memberitakan secara provokatif, akun-akun setan yang berbicara aneh-aneh, dan kritikan-kritikan orang-orang yang kritis dan yang sok-sok kritis memenuhi isu tentang pemira ini. Kami penyelenggara sudah kenyang mungkin dengan banyaknya kritikan dari yang masuk akal, hingga pernyataan-pernyataan “nyeleneh” orang yang gak paham pemira.
Dan itulah politik kampus, padahal hanya memperebutkan kursi Presiden Mahasiswa, berbagai strategi dilakukan oleh kelima capres. Ada capres yang menggunakan cara yang baik, sesuai aturan dan ada juga capres yang timsesnya kurang ajar, mereka main curang. Ada timses yang udah ketahuan dia main curang, tapi dia dengan muka temboknya menunjukkan muka selama perhitungan suara.
Kampanye dialogis menghampiri berbagai fakultas serta kampus 2 payakumbuh dan kampus 3 dhamasraya juga menjadi cerita yang unik sendiri. Dari ke payakumbuh Cuma naik motor bareng karena ga ada uang buat nyewa mobil. Serta dinamika kampanye dibeberapa fakultas, ada yang bermasalah, ada yang aman tentram. Ada yang ramai, dan ada  pula yang sepi. Bahkan kampanye sambil hujan-hujanan di parkiran gedung E juga menjadi hal yang tak terlupakan mungkin buat para capres.
Tepatnya kami secara maksimal menyukseskan pemira km unand 2014 ini, bahkan dalam segi publikasi kami ada perbedaan dengan tahun kemarin-kemarin. Mulai dari desaign yang menggunakan kartun mirip capres, Diskusi asik dengan presiden mahasiswa tiga periode terakhir melalui twitter, maskot nyata yang unik dan lucu, serta on air di radio jingga. Ketiga hal tadi ga ada dipemira sebelum-sebelumnya. Jadi udah keren deh publikasinya. Sehingga dengan berbagai usaha lainnya Pemira KM Unand yang di laksanakan tanggal 27 Februari 2014 mendapatkan suara terbanyak selama lima tahun terakhir. Alhamdulillah, Sebuah prestasi yang dapat kami banggakan. Walau saat hari H ada beberapa trouble. Dan begadang selama 3 malam, tepatnya H-1 pemira, perhitungan suara malam pertama, dan perhitungan suara malam kedua. Tapi keren dah.
Iniloh pamflet pemira km unand kita
Ya jadi itulah cerita saya dalam memimpin PPU KM Unand 2013-2014. Saya terima kasih kepada anggota-anggota yang luar biasa. Seno yang diselalu dipinta bikin desaign ini dan itu, goza yang ribet abis, ayus yang ga bisa diem, tari yangs selalu semangat, widya dan tiwi yang bawel, navi yang udah kasih oleh-oleh, yulia sang sekretaris yang panikan, ka zahra yang suka galau, dian wakil saya si pemuda selfie, zuraida yang kocak kalo medannya keluar, yulia lubis yang ngeliat prahara di gedung D, andriko yang tilawah pakai ceramah. Para koordinator alwin, bang idwin, bang indra, ka yelsi dan rizki. Serta anggota lain bang angga, zikri, khairul, legi, ridho, nisa, rizaldi, nesa, lestari, bang iqbal, ilham dan anggota lainnya yang banyak banget. Kalian luar biasa semua. Berjuang, ada yang panik saat ada adu omongan di sama anak hukum. Ada yang ga tidur-tidur saat perhitungan suara. Pokoknya luar biasa kalian semua. Buat BPU, bang wiky, ka yuni, dan ka nining yang keliatan pusing banget, serta diky yang dalam rangka pemira berulang kali saya numpang dalam perjalanan-perjalanan jauh. Juga BPU lainnya, luar biasa dah. Satu lagi, selamat bang taufik terpilih menjadi presiden mahasiswa, semoga amanah dan BEM KM Unand bertambah keren.
Ya itulah sekelumit cerita saat Pemira KM Unand 2014, pengalaman yang unforgetable. Sebagai pelajaran politik buat saya. Untuk menjadi ketua PPU di kampus saja tekanan dan serangan kepentingan dari berbagai kelompok saja sudah seperti itu, bagaimana jadi ketua KPU RI ya?  Ya itulah politik, sebuah wadah monumental yang penting untuk kehidupan orang banyak.
Inilah carita saya dalam berkarya di pemira km unand, dan saya siap untuk karya-karya lainnya. #MelangkahMenginspirasi

inilah beberapa dokumentasi dan contoh-contoh desaign


4 foto diatas saat kita lagi goro-goro

saat musyawarah pemilihan ketua ppu
inilah maskot pemira kita


suasana on air di radio jingga
Pamflet on air di radio jingga


Pamflet bincang asik pemira di twitter







Mendapat Predikat “Best Male” at AYIL Award



             

Pemberian hadiah best male dari ustad salim a fillah
   Sebuah ajang bergengsi di unand akan di gelar. Waktu itu melihat pamfletnya di masjid nurul ilmi, ada senior yang bawa. Awalnya berawal dari iseng. Saya mendaftar ajang ini. Andalas Young Islamic Leader Award, itulah nama ajang yang akan diikuti oleh muslim-muslim luar biasa se-tingkat Univ. Andalas. Mumpung IPK masih diatas 3,5 saya mencoba mendaftar itu. Haha.
Tahap awal-pun di mulai, Kami mengisi administrasi. Ya seperti biasalah setiap ada acara pasti ada tes administrasinya. Hingga akhirnya. Terpilihlah 10 orang yang lulus tahap administrasi. Mereka berasal dari berbagai fakultas, baik dari kampus unand jati hingga kampus limau manis. Setelah berlalu, ujian tahap dua dimulai, yaitu membuat tulisan dan membuat video inspirasi. Eeeaa, saya agak bingung dalam membuat video ini. Bila tulisan alhamdulillah saya cukup bisa untuk membuatnya. “Gelora Pemuda Menginspirasi Indonesia” itulah judul tulisan yang saya buat dalamajang ini.
Saat presentasi


Lalu, untuk video. Ya agak bingung sih. Di tambah lagi belum pernah make video maker. Haha. Namun dengan semangat mencoba, saya membuatya tengah malam, dengan judul “Semangat Melangkah”. Sebuah video yang menceritakan untuk membuat cahaya disekitar dengan karya-karyanya. Kalo mau liat bisa di link ini http://www.youtube.com/watch?v=FwKPi3IcEh4
Dan selanjutnya tidak disangka-sangka, saya masuk 6 besar. Padahal “bagarah-bagarah se” rasanya saat menjalani semuanya. Tidak dengan sangat serius. Lalu tahap selanjutnya mempresentasikan tulisan yang saya buat serta menjawab pertanyaan tentang isu-isu keislaman dunia maupun dalam negeri pada acara puncak bertempat di PKM. Juri pada saat itu adalah Pak Basuki dan ketua FKI Rabbani. Saya mempresentasikan tulisan “Gelora Pemuda Menginspirasi Indonesia” dan mendapat isu tentang rumah sakit siloam. Kebetulan sekali, minggu lalu saya baru mendiskusikan masalah siloam ini dengan anak-anak KAMMI SUMBAR. Eh, sekarang dapat isu tentang siloam. Ya saya jawab dengan analisis yang pas baik dari segi ekonomi, tata ruang, urgentisitas, agama dan lain-lain. Toh, baru waktu dekat ini diskusi dengan data-data yang benar jadi bisa di libas semua. ^_^
Pada akhirnya saya lolos 4 besar. Dua laki-laki dan dua perempuan, yang dimana akan dicari Best Male dan Best Female. Tahap berikutnya kerja panitia untuk menilai dari rekam jejaknya. Dan Tepat pada saat seminar dengan ustad Salim A Fillah pada tanggal 1 desember 2013. Di umumkanlah siapa pemenangnya. Dan,  eeeeeng iiiing eeengg, Alhamdulillah saya mendapatkan gelar “Best Male” pada ajang tersebut. Hadiah diberikan oleh ustad Salim A Fillah langsung. Dan lumayanlah nambah eksis lagi. Hehe.
                Jadi itu cerita dalam AYIL Award, sayang foto-fotonya belum di kasih pada saya. Jadi ga ada foto-foto disini.  ^_^



Buku Antologi Pertama Saya “Negeri Kunang-Kunang” Terbit.


Sebuah kesempatan yang luar biasa buat saya. Ya dengan kemampuan menulis yang pas-pas’an. Tapi Alhamdulillah punya kesempatan buat berkolaborasi dalam menulis dan menuangkan ide bersama pemuda-pemudi luar biasa se-Indonesia yang tergabung dalam wadah Forum Indonesia Muda.
Buku itu berjudul “Negeri Kunang-Kunang”. Kenapa kunang-kunang? Karena kunang-kunang akan bercahaya dalam kegelapan. Maka kami pemuda-pemudi Indonesia bagai kunang-kunang yang akan menerangi dalam kegelapan yang menerpa Negeri Ibu Pertiwi. Dan, lagi pula keluarga FIM (Forum Indonesia Muda) juga disebut keluarga kunang-kunang. Oh iya, buku ini terbitnya di bulan juni 2013, waktu saya lagi liburan semester 2 di tempat lahir saya, jakarta.
Nah, Buku ini berisikan ide-ide kedepan dari pemu
da-pemudi yang tersebar seluruh Indonesia baik dari sisi Pendidikan, Karakter, Lingkungan, Politik dan Ekonomi. Saya disini menulis tentang ekonomi. Tepatnya “Nasionalisasi Sektor Strategis untuk Kesejahteraan”. Kenapa saya memilih tentang ini? Pertama, karena sumber daya alam Indonesia sudah terekploitasi tidak adil. Kedua, Pe
merintah yang membiarkan asing menguasai sektor-sektor strategis. Ketiga, Kekayaan alam Indonesia lebih banyak di nikmati oleh asing.
Sistem Neoliberal sudah menjadi topeng tak terlihat diperekonomian Indonesia. Sebuah sistem yang pro terhadap pihak asing dan menjauhi kepentingan rakyat. Sebuah sistem yang sesungguhnya apabila Hatta dan Soekarno hidup kembali, maka akan mengomentari sistem ini.

Bersama Teman-Teman FIM dan Buku Negeri Kunang-Kunang
Ya itulah alasannya, kalo mau liat ide-ide yang luar biasa, silahkan baca buku ini ya. ^_^

Senin, 20 Januari 2014

Secercah Senyuman untuk Ibu Pertiwi

Sekelumit buah kecemerlangan mewarnai bumi pertiwi
Menghiasi tanah yang menghijau dan laut yang membiru.

Lalu kulihat sawah.
Kumbang-kumbang terbang menyebrangi ilalang.
Meniupkan kasih saying khas ibu pertiwi.
Lalu kulihat lautan.
Ikan-ikan bersenandung ria menembus samudra.
Menghamparkan keberanian khas sang merah putih.

Dan inilah negriku.
Dimana batangpun hidup mewangi bila berpeluk tanah negriku.
Inilah negriku.
Dimana kesopanan dan kesantunan menghiasi pergaulan anak-anak bangsa.

Namun, terenyuh hatiku  begitu terlihat wajah negriku kini.
Anak-anak bangsa mulai membuat ibu pertiwi menangis.
Ibu pertiwi bersusah hatinya dan termenung dalam kursi reotnya.
Ibu pertiwi menjatuhkan air matanya melihat merontanya negri ini.

Dimana cinta kasih terenggut hilang.
Dimana rasa hormat hancur tak berdaya.
Dimana senyum kesesama hal langka yang sulit ditemui.
Dan ibu pertiwi semakin tersedu-sedu tenggelam dalam kesedihannya.

Dalam gelapnya dunia, ibu pertiwi dihibur dengan sekumpulan pemuda.
Kumpulan pemuda yang peduli negrinya.
Sekumpulan pemuda yang rindu akan perjuangan para pahlawan.
Sekumpulan pemuda yangmembangkitkan Indonesia yang asli.

Bukan Indonesia yang suka menipu.
Bukan Indonesia yang tamak dan bukan pula yang egois.
Namun, Indonesia yang menebarkan senyum kesesamanya.
Yang menyemangati dalam keindahan persatuan.
Indonesia yang menebarkan cinta kasih hingga pelosok bumi.

Dan itulah pribadi bangsaku,.
Pribadi yang ingin dibangkitkan sekumpulan pemuda itu.
Sebuah visi yang membuat ibu pertiwi tersenyum kembali.
Sehingga asa dan harap lahir dan siap memperbaiki bangsa ini.

Lalu, apakah engkau pemuda itu?
Apakah engkau yang peduli itu?
Apakah engkau yang tersenyum dengan cinta kasih dan semangat itu?
Bila tidak, apakah kau tidak ingin sepertinya?
Pemuda yang membuat ibu pertiwi tersenyuman.

Marilah bergerak wahai pemuda, marilah melangkah wahai pemudi.
Jadikan setiap langkah kakimu menginspirasi pemuda lainnya.
Karena bangsa mu tanpa engkau hanyalah negri yang siap dihancurkan.
Bangsa mu tanpa pemuda bagai kursi rapuh yang siap dirobohkan.

Maka bantulah bangsamu dan bangunlah ia.
Rasakan semangat pahlawan dan bangkitlah menjadi pahlawan.
Janganlah kau menjadi lawan yang mengganjal langkah para pahlawan.
Janganlah kamu menjadi lawan yang egois dan apatis akan negrinya.
Tapi jadilah pahlawan, yang senantiasa berkarya.

Berkarya untuk Indonesia sejahtera.
Azmul Pawzi

Ketika Aktivis Dakwah Hanya Sekedar Nama

Ketika aktivis dakwah hanya sekedar gelar
Berbangga kesana-kesini mengaku punggawa yang menggelegar
Padahal diri enggan tersentuh tarbiyah yang mengakar
Bicara ideologi tanpa ilmu yang mendasar

Ketika aktivis dakwah hanya sekedar topeng
Berpaham ini itu dengan gaya mentereng
Nafsirin ayat demi ayat dengan cara enteng
Sentil sana, sentil seni kayak main kelereng

Ketika aktivis dakwah hanya sekedar
nama
Tak sadar diri sedang berdiri dimana
padahal komentarnya sudah beredar kemana-mana
Entah dakwah berada disampingnya atau berada diseberangnya


Untuk renungan aku, kamu dan kita semua

Rintihan Dunia

matahari bangun dan menyinari dunia.
menerangi dunia yang termenung sedih.
rintihan-rintihan kecil menggema.
mencari warna akan sinar yang berwarna kelam.

kulihat dunia menangis.
merenungkan setiap detik-detik menegangkan
detik ketika izroil menghampiri.
menghampiri keluarga-keluarga tercinta.
menghampiri sahabat-sahabat tersayang.

lalu ku bertanya pada diri.
apakah sudah siap diri ini?
apakah diri sudah bersih?
atau malah berlumuran lumpur kehinaan.

sadarlah wahai diri, sadarlah wahai manusia.
kabar kematian itu selalu mengintai.
menunggu saat dedaunan gugur dari pohonnya.

-Azmul-

Bungkuslah dengan Cinta


bersayup-sayupan kata menemani jalan hidupmu
kata-kata menyejukkan maupun menyakitimu
terkadang duri kehidupan begitu perih engkau rasakan
menyisakan goresan luka dalam hatimu

dalam renungan terhempaslah asa dipinggiran jalanmu
dalam sesalan terbuanglah cita terkotori debu jalanan
engkaupun menangis menanyakan dimanakah pengganti derita
tanpa cinta kau tenggelam dalam air mata menahan perihnya kesakitan

ya benar..... tanpa cinta

mulailah engkau ajak cinta menemani hidupmu
ajaklah dia bersamamu untuk menghadapai derita
bungkuslah deritamu dengan cinta.
nikmatilah derita mu, jangan kau maki kesakitanmu.

rangkullah derita mu, peluklah ia dengan cinta.
hingga derita bosan menemani dirimu.
sehingga hanya ada cinta yang menemani mu.
cinta kepada Sang Maha Cinta


Mencari Makna Dibatas Gulita

Hembusan angin malam menyentuh diri.
bersarang kabut dihadapan mata.
dedaunan merenung dibawah sang rembulan.
mencari makna dibatas gulita.

terlihat anak kecil disebrang sana.
terisak tangis diteras pertokoan.
hati pun bertanya-tanya tanpa jawaban.
menerka-nerka warna rasa gadis kecil tersebut.

ku hampiri ia, ku tanya dirinya?
terisak-isak iya menatap ku.
"aa...aaa..aku takut, aa..aaku sendirian" ucapnya.
wajahnya yang memerah tetap dialiri air kesedihannya.

ku usap air matanya, ku yakinkan iya.
"kamu ngga sendiri ko, Allah masih menemani kamu"
"dimana ku bisa kutemukan Allah?"
tanyanya penuh semangat mencari asa.

"disini" ku tunjuk dadanya dengan senyum merekah diwajahku.
"disini?" jawabnya dengan wajah penuh tanya.
"Allah berada didalam dada hamba-Nya yg beriman".
"Bahkan Allah lebih dekat dari apapun" yakin ku kepadanya.

Simpul senyumnya mewarnai wajah basahnya.
ia bagai mendapat harapan baru yang telah hilang.
kesedihan dirinya telah tergantikan bahagia dirinya.
pucat pasi berganti warna yg menentramkan jiwa.

"makasih ka" ucapya lirih tulus penuh asa
"Pulang lagi ya, salam sama orang tua" jawab ku.
dengan senyum tertempel diwajah iya meninggalkanku denga riang gembira.
tanpa tersadar wajah ini ikut tersenyum.

begitu indah siang dan malam dengan cahaya-Nya.
karena Allah enggan meninggalkan hamba yg berharap kpd-Nya.
karena Allah pantang lupa memberi kasih sayang hamba yg beriman.
karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang.

-Azmul Pawzi-

Syair Dalam Renungan


alunan nafas putih pecah merintih
diri pun terwarnai butiran pasir
lautan biru bergetar menghantui angan

lalu dunia pun bertanya kepada hati
ada apa dengan pelangi?
kekosongan asa mencampuri wewangi madu

lalu tumbuhlah setangkai bunga
menghancurkan bungkusan kesunyian
langitpun mengelabu biru dalam keheningan

dalam keselarasan alam, awan tersenyum penuh ekspresi
sang angin tak kalah menari di ikuti desiran ombak
harmonisasi rasa tanpa rasa yang tak dimengerti

lalu apakah ada cahaya dalam kegelapan
atau hujan dalam keadaan terik mentari
pantaskah hasrat berlari mengejar hijaunya dunia

sementara parit semakin memperdalam diri
sungguh licin dan halus merah api itu
menghapuskankan diri dari kilapan yang berkilau indah

lalu apakah yang diri ini pilih.
senyum bahagia atau rintihan siksaan?

Azmul, 7 April 2013

Rabu, 08 Januari 2014

Museum Bahari bersama Rumbel Kita dan FIM Dejapu



                Ini adalah acara FIM dejapu, “Rumbel kita goes to Museum Bahari” nama kegiatannya. Acara ini dilaksanakan sebelum bulan ramadhan. Saya yang dari FIM sumbar ikut nimbrung membantu panitia dalam acara ini. Rapat yang diadakan malam-malam setelah kegiatan rutin rumbel ini membagi-bagi PJ setiap acaranya. Saya karena paginya ada kegiatan di Remaja Masjid jadi izin agak telat datang ke lokasi. Maklum karena balik ke jakarta itu bantu-bantu organisasi saya sewaktu SMA dulu dan bertambah dengan kegiatan FIM.
                Sebenarnya saya tidak mengikuti secara full acara tersebut. Namun acara penutupan ada yang masih teringat oleh saya. Yaitu Rumbel Generation, apasih rumbel generation itu? Rumbel Generation ini adalah girlband yang menyaingin girl generation (SNSD) dari korea. Dan tarian mereka yang mencover tarian lagu Gee dari SNSD ini sangat lucu. Kami semua terhibur dengan tarian mereka.
                Pada dasarnya saya Cuma ikut-ikutan saja pada acara ini. Saya kebanyakan ngobrol kenal-kenalan aja, seperti sama rizka, ka harumi dan lain-lain. Dan juga berkenalan dengan teman ka harumi yaitu youwen. Mahasiswi Unsri yang lagingurus visa ke amerika karena ada suatu konfrensi. Sehingga acara ini juga memperdekat saya dengan teman-teman di FIM Dejapu yang luar biasa. Saya hanya membantu sedikit-sedikit saja, dan menemani pulang kembali kedepok, untuk menonton GeJe (Gelar Jepang) UI. Acara yang sudah lama tidak saya datangi. Sekaligus nostalgia : D
                Nah mungkin ini saja yang saya tulis tentang acara ke museum bahari. Walaupun kota tua cukup dekat dari rumah saya, namun saya pertama kali ke museum bahari ini. ketahuan sekali ya kalau saya jarang jalan-jalan. Hehe. Oke deh sekian.

                

Bersama Rumbel Kita FIM Dejapu



Nah, ini adalah cerita saya saat liburan semester 2, Saya yang baru bergabung dengan keluarga kunang-kunang atau Forum Indonesia Muda ini menambah jaringan saya. Sehingga saat saya pulang ‘kota’ ke Jakarta saya mendapat kekegiatan baru menuju rumbel Kita fim dejapu (Jakarta) untuk mengetahui apa sih kegiatan teman-teman disana.
Jarak rumbel  kita dari rumah saya cukup jauh, Karena rumah saya yang di meruya dan dekat perbatasan dengan tangerang Banten, Lalu rumel itu di daerah depok jalan menuju bogor (lupa nama daerahnya). Jadi harus menghabiskan waktu 3 jam naik motor. Sebenernya sih ngga jauh kalo kita lihat dipeta, namun karena jalan dijakarta yang ribet dan kemacetannya, ya maklumlah ^_^.
Sesampai saya dirumbel langsung berkenalan dengan kakak-kakak FIM dan berkenalan dengan adik-adik yang luar biasa bersemangat mengikuti kegiatan dengan kakak-kakak FIM dejapu. Hari pertama saya disitu mengajarkan bacaan iqra dan berdiskusi serta berkenalan agar lebih dekat. Hari berikutnya ketika ada berbuka puasa bersama, saya juga mendapat kesempatan berdiskusi kembali dengan adik-adik itu. Saya mendapatkan kelompok kelas 1 hingga 3 SD.
Sebuah pengalaman yang luar biasa berdiskusi dengan adik-adik itu. Karena dalam suasana puasa, kami berdiskusi tentang muslim yang baik. Ternyata adik-adik yang cerdas itu ketika kita berikan point-point tentang muslim yang baik sangat antusias mereka dalam memberi contoh. Misalnya seperti ini, saya berkata “muslim yang baik itu harus jujur, ayo siapa yang mau kasih contohjujur”. Lalu ada yang mengatakan “iya ka, iya ka, aku kemarin mau dicontekin, tapi aku gamau”. “Wah luar biasa” saut ke berserta tepuk tangan yang lain. Lalu ada yang menyahut lagi “aku juga ga nyontek ko kaka”, senyumku pun mereka untuk anak-anak ini. Mereka bangga tidak menyontek, mereka bangga bahwa mereka jujur. Sifat seperti ini harus ditanakan keanak-anak dan diberi penghargaan kepada mereka yang jujur.
Lalu banyak lagi ketika bicara seorang muslim jangan nakal, mereka banyak menceritakan ada teman mereka di kelas yang suka maintain uang, lalu ada teman mereka yang suka mengancam dan banyak lagi. Ternyata berdiskusi dengan anak-anak kecil ini sangatlah mengesankan, keterbukaan mereka sangatlah indah kita hayati . Tiada dusta,dan penuh keingintahuan dalam sesi ini jugalah sangat potensial kita menanamkan nilai-nilai karakter yang mendalam sehingga tertanam menjadi idealism mereka kedepannya.
Itulah cerita  diskusi saya dengan adik-adik, namun ada satu hal yang berkesan. Ketika waktu menunjukkan bahwa sedikit lagi akan adzam maghrib. Saya akan mengambil ta’jilan ditempat yang telah dipesan. Ketika saya izin pergi, adik-adik tu menarik tangan saya dengan berkata “jangan pergi ka, jangan pergi”. Kayak lagu d’masiv aja ya. Hehe.

Namun hal berdiskusi dengan ini sangat luar biasa, dan akan dilanjutkan di rumbel FIM sumbar. Cayoo… ^_^

Aku, Pak Boediono dan Neolib

Hari itu tanggal 8 Juni 2013, Saya bersama-sama teman mahasiswa penerima bidik misi mendatangi acara bersama boediono di SMAN 1 Padang. Saya sampai di SMAN 1 jam 8 pagi. Sangat ketat penjagaan pada saat itu. Polisi dan paspampres berada dimana-mana sekitar gedung SMAN 1. Ketika kami masik seluruh hal diperiksa bahkan kami pun dilarang membawa tas. Begitu takutnya penjabat satu ini di tembak atau hal lainnya.
Saya pun tiba di pintu ruangan. Lagi dan lagi pemeriksaan secara ketat di lakukan. Saya pun tidak boleh masuk karena menggunakan celana katun, bukan celana dasar. Penjaga itu mengatakan “harus Formal de”. Lalu saya balas “bapak, formalnya mahasiswa ya kaya gini pak”.  Dengan beberapa teknik lobby akhirnya saya dapat masuk.
Waktu pun berlalu detik demi detik. Para penjabat itu tiba sangat lama. Dengan bincang-bincang dengan kawan di sebelah kanan dan kiri. Banyak hal yang dibicarakan. Setelah sekian lama kami menunggu akhirnya tiba juga. Rombongan pak wapres tiba. Ternyata tidak hanya pak wapres yang terlihat disana. Terlihat juga yaitu pak mendagri yaitu pak Gamawan Fauzi, lalu pak menpora yaitu pak Roy Suryo, pak Musliar Kasim sebagai wamen mendikbud. Pak Irwan Prayitno dan Fauzi Bahar juga ikut meramaikan rombongan pak wapres.
Acara di buka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Pak gubernur memberi sambutan dan ucapan selamat datang. Lalu pak boediono pun bicara. Beliau menyampaikan tentang pendidikan dan karakter. Pak Boedi memberi semangat kepada siswa dan mahasiswa serta pendidik yang ada dalam ruangan tersebut. Setelah begitu banyak hal yg disampaikan wapres ia pun menyelesaikan kata-katanya.
Sesi diskusi dimulai, saya menunjuk tangan dan akhirnya Pak Irwan memilih saya untuk menjadi penanya pertama. Saya maju kedepan dan mulai betanya. Saya mengatakan bahwa pak Boediono juga seorang ekonom. Lalu saya menanyakan apa pandangan beliau tentang Neoliberal dan tentang birokrat yang menjual aset Negara.
                Pak boediono mulai menjawab, iya mengawali kata-katanya dengan berkata “Azmul ya?” “Anda fakultas ekonomi ya” “Anda bagus sebagai mahasiswa fakultas ekonomi di universitas yang luar biasa yang setara dengan kampus-kampus di jawa.” “anda bagus sudah mempelajari madzab-madzab seperti neoliberal. Tapi ada jangan tenggelam dengan hal abstrak seperti itu.” Lalu beliau melanjutkan dengan membela neolib hingga audiens sedikit menyukai neoliberal.
                Dia mengucapkan apa salahnya kita bekerja sama dengan asing. Dan banyak hal lagi yang beliau sampaikan tentang positifnya bekerja sama dengan asing. Saya juga setuju kalo bekerja sama dengan asing tapi bapak asing tidak hanya bekerja sama namun juga memimpin dan memerintah kita. Padahal itu adalah aset kita. Kita bagaikan tamu di rumah sendiri. Dan pembagian keuntungannya juga ga adil. Contohnya di Freeport saja Indonesia cuma dapat tidak lebih dari 3%. Mau di bawa kemana bangsa ini kalau pejabatnya aja kayak gitu.
                Setelah  pertemuan ini saya menyimpulkan dalam waktu dekat ini, khususnya pada zaman SBY-Boedi Indonesia tidak akan mandiri. Lalu nasionalisasi sektor strategis negeri ini hanyalah fatamorgana di gurun nan panas. Hal ini karena penjabat-penjabat tingginya hanyala penganut neolibralisme yang akut. Jadi warga Indonesia, mari pilih pemimpin yang nasionalisasikan SDA Indonesia.
                Oh iya. Pertemuan ini juga diliput oleh berbagai website seperti Republika.com, Antara.com dan lain-lain. Dapat dilihat di alamat berikut.
http://www.shnews.co/detile-20564-wapres-tak-ada-aset-yang-dijual-ke-asing.html


Senin, 09 Desember 2013

Forum Indonesia Muda 14B

               Wonderful Experience. Mungkin itulah kata yang terucap bila bercerita pengalaman mengikuti pelatihan tingkat nasional yang di ikuti pemuda luar biasa dari seluruh penjuru bumi pertiwi ini. Forum Indonesia Muda.
                Saya yang menginginkan mengikuti pelatihan tingkat nasional mencoba mendaftar Pelatihan FIM angkatan 14. Setelah saya mendaftar, saya tetap optimis lolos, namun ketika diakhir pendaftaran. Angka 4995 terpampang dalam website yang saya lihat. Lima ribu kurang lima pemuda se-Indonesia mendaftar untuk mengikuti pelatihan yang pada saat itu akan dilaksanakan di dua tempat yaitu Cibubur Jakarta dan Bukit Tinggi. Padahal yang diterima hanya 300-an untuk pelatihan di dua tempat itu. Saya-pun pasrah dengan melihat angka itu.
                Namun anugrah Allah membuat saya dapat mengikuti pelatihan tersebut di Bukit Tinggi pada tanggal 31 Mei 2013 sampai 4 Juni 2013. Di hari pertama, kami disambut dalam acara yang luar biasa seru. Ketika membuka pintu suara musik berdendang dengan kencang, teriakkan semangat yang menggelegar. Kami seakan-akan tamu yang istimewa dengan sambutan yang juga istimewa. Pada malam itu kami berkenalan dengan panitia FIM14 B dan fouder FIM yaitu Bunda Tatty dan Papa Elmir. Kedua pasangan suami istri yang begitu menginspirasi. Bagaimana tidak, ketika saya melihat mereka, jiwa pemuda terpancar begitu terang benderang diwajah mereka. Padahal umur mereka sudah tidak muda lagi yaitu 50-an. Namun pancaran pemuda tetap terasa bila melihat mereka.
Group Coaching Agus Salim
                Perkenalan berlanjut, baru saja saya duduk diruangan ini menyimak beberapa saat. Suasana kekeluargaan begitu merasuk dalam hati ketika kita menapaki setiap interaksi-interaksi di forum ini. Keluarga Kunang-Kunang, itulah sebutan kami dalam menyebut kekeluargaan di Forum Indonesia Muda. Pada malam itu juga bunda tatty mengisi materi tentang realita pemuda Indonesia saat ini. Dilanjutkan dengan diskusi-diskusi banyak hal. Acara malam itu-pun selesai, kami dipersilahkan istirahat setelah dikelompokkan dengan kelompok coaching.
                Hari esoknya acara dilanjutkan di gedung istana Bung Hatta. Materi-materi yang luar biasa kembali saya dengarkan dari orang-orang luar biasa pula. Bapak Tifatul Sembiring (menkominfo), Bu Meutya Hatta, Karni Illyas, Taufik Ismail dan pemateri luar biasa lainnya.
                Hari-hari berikutnya materi berada di IPDN baso. Lagi dan lagi kami disuguhkan dengan pemateri yang menginspirasi. Bapak Erie Sudewo menyampaikan tentang character building. Sebuah pemikiran yang mengagumkan dalam membangun dasar-dasar karakter bangsa. Lalu sosok yang sangat menginpirasi lainnya yaitu  bapak Arif Rahman, beliau adalah tokoh pendidikan yang saya kagumi. Bagaimana tidak, ketika dia mengisi materi di ruangan auditorium yang sangat besar dengan peserta seratusan orang. Beliau bicara tanpa microphone, padahal usia beliau telah menginjak 71 tahun. It’s Great. Yudi Latief penulis buku negara paripurna-pun juga mengisi materi bersama pemateri-pemateri luar biasa lainnya.
                Pada tanggal tiga hasil dari group coaching di presentasikan. Setelah panjang lebar berdiskusi dengan berbagai ide yang telah keluar. Kelompok saya dan kawan-kawan, yaitu kelompok agus salim memiliki ide “Pustaka Ransel”. Setelah presentasi dari setiap kelompok. Program “Roksi (Rumah Oksigen)”-lah yang memenangkan proyek.
Tari Indang Api Ekspresi
                Pada hari yang sama, yaitu tanggal 3 juni 2013 acara yang menurut FIM angkatan diatas yang paling dinanti-pun berjalan. Apakah itu? Yak benar Api Akspresi. Penampilan-penampilan setiap kelompok sangatlah hebat. Mulai dari teater-teater, pembacaan puisi dan banyak lagi dipadukan dalam sebuah karya seni terpadu. Kamipun terkadang terkagum dengan ide-ide yang sangat kreativ. Dalam api ekspresi ini satu hal yang paling unik. Mereka yang mengingatkan waktu, dengan cara unik. Menjadikan kami tertawa riang dengan tingkah panitia ini.
                Api ekspresi pada malam itu diakhiri dengan penampilan dari panitia. Sebuah Teater Musical yang menggambarkan tentang sosok tokoh nasional yang bersahaja dan moderat. Yaitu Bung Hatta, Sebuah cerita yang apik menggambarkan hamparan indah bumi pertiwi, ditambah unsur-unsur kreativ yang menambah mewahnya penampilan panitia ini. Tari indang-pun tak luput dari rangkaian penampilan panitia. Sehingga karya hebat dari panitia ini tetap terngiang dalam pikiran bila kita membicarakan api ekspresi. Lalu pada malam itulah acara pelatihan FIM ditutup secara formal. Esoknya acara jalan-jalan.
                Panorama, itulah tujuan panitia dalam kegiatan terakhir dalam rangkaian acara Forum Indonesia Muda 14B. Saya yang pertama kali ke Bukittinggi melihat lobang jepang dan keindahan panorama membuat saya senang. Walaupun pelatihannya di Sumbar, saya yang lahir sampai besar di Jakarta mana tahu seluk beluk kota Bukittinggi. Ternyata dengan acara FIM inilah saya juga melihat lobang jepang,  Jam gadang dan lain sebagainya.
                Di Forum Indonesia Muda ini yang istimewa yaitu bertemu pemuda-pemuda yang berjuang untuk negeri. Mencari makna-makna kehidupan untuk menginspirasi sekitar. Saya beruntung bertemu dan bergabung dengan keluarga kunang-kunang. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan telah
mengikuti pelatihan dengan pemateri, panitia dan peserta yang luar biasa.


Pemuda Indonesia… Aku Untuk Bangsaku!

Training of Trainer Kemenpora

                Kesempatan luar biasa yang dapat saya miliki, saya mengikuti pelatihan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga yaitu Training of Trainer.  Pelatihan ini dilaksanakan di Hotel Axana kota Padang. Pertama-tama seorang senior menawarkan saya untuk direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan ini. Saya ditawari untuk menjadi salah satu utusan dari Puskomda FSLDKD, hal ini karena saya juga bergabung dalam tim BP FSLDK Unand.
                Awal penawaran saya ragu karena ini berbentrokkan dengan jadwal ujian satu mata kuliah. Menurut yang mengajak saya kita bila ingin mengikuti acara ini harus ditempat terus. Namun pada akhirnya saya di Izinkan untuk mengikuti ujian.
                Materi yang luar biasa yang disampaikan ditambah dengan pemateri nasional yang dahsyat. Trainer dari Trustco mengisi 2 materi. Ilmunya sangat bermanfaat untuk menjadi motivasi dan pelaksanaan public speaking untuk menjadi Trainer.
                Hal yang terpenting lagi dalam mengikuti acara ini adalah bertemu pemuda luar biasa se-sumatera barat. Mereka-mereka adalah peserta yang sring mengikuti program kemenpora seperti pertukaran pemuda keluar negeri, berlabuh berbagai pulau, sarjana pembangunan kampong dan lain sebagainya. Ikutnya saya dalam acara ini menambah jaringan yang saya miliki.
                Pada acara ini saya sekamar dengan dua orang mahasiswa UNP yaitu Feri dan Rival. Mereka utusan dari As-salam Sumbar, sebuah organisasi dakwah sekolah yang menaungi rohis-rohis se-sumbar. Untung saja saya sekamar dengan mereka, karena seumuran. Soalnya banyak juga peserta yang beda 5-7 tahun sama saya. Jadikan bisa lepas dan ga ada segan-seganan. J

                Itu mungkin pelatihan pertama di hotel yang saya rasakan. Sebuah pengalaman yang lumayan seru. Semoga dapat menikuti pelatihan-pelatihan lainnya dari Kemenpora. 

Koord. Dept. SDI Lembaga Kajian Ekonomi Islam FE Unand



                LKEI FE Unand adalah organisasi keislaman yang saya ikuti di kampus. Lembaga Dakwah Fakultas, mungkin ini yang lebih familiar di telinga mahasiswa se-Indonesia. Saya yang sangat sebentar sekali di Rohis SMAN 101 karena keburu lulus ingin menambah kontribusi kepada dakwah dengan mengikuti open recruitmen lembaga ini.  
Mubes LKEI FE Unand 2013
                O.R LKEI berisi dengan berbagai tahap. Mulai dari mengikuti TOL, Pesantren Wisata (Pesta), BBMK, dan IMT. Ketika TOL saya tidak datang, lalu ketika Pesta saya mengikutinya. Pesta ini diadakan selama 3 hari. Dua hari pertama materi dan satu hari outbound di Air Bangek. Materinya berisi dengan  Seru dan Luar biasa acara ini. berjalan saya menjadi peserta ikhwan terbaik. Entah kenapa pantia milih saya, cap cip cup aja kali. Hehe.
                Selanjutnya Islamic Management Training atau Latihan Manajemen Dakwah 1. Ini tahap akhir O.R, di tahap ini peserta O.R mengikuti tentang pelatihan tentang keorganisasian. Waktu demi waktu berlanjut saya-pun lulus dan menjadi anggota muda LKEI. Ketika Musyawarah besar LKEI, untuk pemilihan ketua umum LKEI yang baru, saya menjadi pimpinan siding satu dan pertama kali memimpin jalannya siding.
                Diakhir mubes, saya diamanahkan menjadi Koordinator Sumber Daya Insani (SDI) atau di organisasi lain namanya PSDM. Dapet amanah lagi menjadi Koordinator dalam bidang SDM. Awalnya kaget, tahun satu diamanahin yang berat gitu, namun kata senior di Rohis SMA, Ia berkata “Yang milih antum jadi coordinator itu bukan mereka, tapi Allah. Makanya jalankan amanah dari Allah ini. Mereka hanya menjadi perantara saja”. Sejak itu baru semangat membara dalam menjalankan amanah ini.
Ketika Pesta 2013
                Selanjutnya saya menjalankan amanah ini dengan segala rintangannya. Anggota yang itulah, bentrokkan itulah dan berbagai hal. Karena semua hal itu pasti ada tantangan. Tantangan itu akan menjadi pembelajaran untuk pendewasaan diri.