Selasa, 16 Juni 2026

Jalan Sunyi Penjaga Misi


Di antara idealisme naif dan oportunisme murahan,
ada jalan sunyi yang jarang disorot,
karena ia tidak menawarkan tepuk tangan,
dan tidak pula menjanjikan jalan pintas.

Di jalan ini, seseorang belajar bahwa niat baik saja tidak cukup.
Ia perlu kesabaran, ketahanan, dan kemampuan membaca keadaan.
Sebab tidak semua arus harus dilawan dengan keras,
sebagian perlu diikuti perlahan
agar kita tahu di mana harus menjaga kemudi.

Ada masa ketika kata-kata perlu dirapikan,
bukan untuk menyembunyikan kebenaran,
melainkan agar kebenaran itu tetap bisa hidup
tanpa mati di hadapan ego dan simbol.

Ada kegelisahan yang sengaja disimpan,
bukan karena padam,
tetapi karena dijaga agar tetap jernih.
Sebab kegelisahan yang terpelihara
sering kali lebih setia
daripada kemarahan yang diledakkan.

Menyesuaikan langkah bukan berarti kehilangan arah.
Ia justru cara agar kompas batin tetap utuh
di tengah lorong panjang
yang penuh godaan untuk menyerah,
atau sebaliknya, untuk ikut hanyut.

Karena pada akhirnya,
bukan tentang siapa paling lantang di depan,
melainkan siapa yang tetap berjalan pelan,
menjaga misi saat jalan memanjang dan sorak perlahan hilang.

#MelangkahMenginspirasi
#SerialMuharramMenulis

0 komentar:

Posting Komentar