Saya teringat ketika kuliah dulu, kampus tiba-tiba mati listrik, masalahnya saat dosen saya membawa laptop yang harus tersambung ke listrik karena baterai laptopnya rusak.
"Yah mati, padahal ilmu ibu udah banyak berpindah ke laptop ini, kalau mati ngga tau apa yang harus dijelasin?" Kata dosen tersebut dengan sedikit tertawa.
Tentu saja dosen itu bercanda, beliau lanjut menjelaskan dengan spidol dan papan tulis, lalu menyampaikan materi dengan cukup dalam pada mata kuliah tersebut.
Tapi saya coba merenung, berapa banyak orang yang kepintarannya dalam menyampaikan sesuatu, akan berkurang bahkan hilang bila alat yang selama ini membantunya rusak? Baik itu komputer, laptop, hp, bahkan sekecil kalkulator.
Berapa banyak orang yang ketika diminta presentasi, namun karena proyektor atau laptopnya tidak berfungsi, lenyap sudah apa yang harus dia sampaikan?
Berapa banyak pekerjaan yang biasa diselesaikan manusia, tak selesai karena alat tak dapat digunakan?
Jadi insan saat ini begitu bergantung pada kepintaran gawai disekitarnya. Maka apa yang kita harapkan sebagai manusia bila hanya membanggakan kepintaran, kecerdasan, dan kehebatan?
Manusia yang hanya mampu memamerkan kepintaran, lambat laun akan digantikan dengan gawai, mulai dari mesin biasa, Artificial intelligence, hingga robot canggih.
Tapi ada beberapa hal kemampuan manusia yang takkan mungkin digantikan oleh mesin semutakhir apapun, salah satunya : kebijaksanaan.
Kita sebagai manusia modern, selain harus mengembangkan kompetensi, kepintaran, skill dan sebagainya. Sangat penting pula dibarengi dengan memiliki kebijaksanaan.
Karena kedepannya, mungkin kepintaran kita akan kalah dengan kemajuan zaman. Namun kebijaksanaan seorang insan takkan pernah tergantikan.
#MelangkahMenginspirasi
📷 MasyaAllah gaya cool abang Ibad 😅

0 komentar:
Posting Komentar